Ny Putri Koster Gencar Sosialisasikan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Ny Putri Koster saat dialog dengan tema "Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber" di sebuah studio TV swasta di Bali.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS–  Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster melalui sejumlah media, baik cetak gencar melakukan sosialisasi pengolahan sampah berbasis sumber.

Sosialisasi yang gencar dilakukan lewat radio dan televisi merupakan salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada banyak pihak, khususnya masyarakat luas mengenai pengolahan dan pengelolaan sampah yang memang sebaiknya dipilah dari rumah tangga itu sendiri.

Menumbuhkan kesadaran banyak pihak, menjadi kunci dari kesuksesan pengelolaan sampah dengan sistem dan pola yang tepat, sehingga memilah jenis sampah menjadi pilihan tepat sebelum dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) masing-masing desa.

Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny Putri Suastini Koster saat mengisi dialog dengan tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber” di sebuah studio TV swasta di Bali, Jumat (7/5/2021).

Dikatakan Ny Putri Koster, peran PKK dalam kegiatan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga adalah untuk mengelola sampah yang berbasis sumber yaitu sampah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga sehari-hari.

Salah satu kegiatan PKK dalam pengelolaan sampah berbasis rumah tangga adalah memanfaatkan sampah tersebut untuk dikelola, dipilah dan diolah menjadi bahan pupuk organik/pupuk kompos untuk tanaman HATINYA PKK yang ada di halaman pekarangan rumah.

“Permasalahan sampah bukan karena volumenya yang terus bertambah seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, terbatasnya lahan juga tidak mampu mengakomodasi timbulan sampah yang dibuang ke TPA,” tambah Ny Putri Koster.

Kapasitas TPA di Kabupaten/Kota juga bermasalah di samping akan mengakibatkan kelebihan kapasitas, pencemaran air tanah, udara, bau dan sebagainya.

“Selama ini pola pengelolaan sampah masih dengan paradigma kumpul, angkut, buang ke TPA, yang menyebabkan TPA penuh karena saat ini masyarakat di Provinsi Bali belum maksimal memilah sampah dari sumber, di mana seyogyanya siapa yang menghasilkan sampah harus bertanggung jawab melakukan pemilahan dan mengolah sehingga nantinya seminimal mungkin sampah berupa residu dikelola di TPA dengan tetap menanamkan bahwa sampahku adalah tanggung jawabku dan sampahmu adalah tanggungjawabmu,” tegas Ny Putri Koster.

Sehubungan dengan hal tersebut, maka pendekatan pengelolaan sampah di sumber memberi kewenangan kepada Desa Adat dan Desa/Kelurahan untuk bersinergi dengan lembaga kemasyarakatan dalam melasanakan pengelolaan sampah, di mana setiap orang dalam rumah tangga berkewajiban melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah yang dihasilkan sehingga pengolahan sampah berbasis sumber bisa mulai dilakukan di masing-masing rumah tangga di desa.

Pemprov Bali telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.    (zil)