Polda Bali Terjunkan 1.750 Personel Amankan Operasi Ketupat Agung dan Penyekatan Tujuh Titik

Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra saat menjelaskan mengenai Operasi Ketupat Agung 2021 dan penyekatan titik-titik agar tidak terjadi arus mudik. (FOTO: ist)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Polda Bali menerjukan 1.750 personel gabungan bersama stakeholder dalam pengamanan Operasi Ketupat Agung 2021 dalam rangka Idul Fitri 1442 H.

Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra mengatakan, Operasi Ketupat Agung dilaksanakan mulai 6-17 Mei 2021 dengan mendirikan tujuh pos pelayanan sekaligus penyekatan terhadap pemudik.

“Tadi kami melaksanakan rapat koordinasi bersama stakeholder sebagai kesiapan pengamanan menyambut Idul Fitri 1442 Hijriah. Konsentrasi kami terkait adanya larangan mudik dari pemerintah kepada masyarakat demi keselamatan dan kesehatan bersama,”ujarnya seusai rakor bersama TNI dan stakeholder di Polda Bali, Selasa (4/5/2021). 

Jenderal bintang dua ini menyebutkan, tujuh pos pelayanan sekaligus penyekatan tersebar di wilayah Denpasar, Pelabuan Gilimanuk, Padang Bai, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Penempatan pos di titik-titik sentral yang selama ini menjadi tempat lalu lalang masyarakat keluar masuk Bali. Untuk jalur-jalur tikus, kita serahkan kepada masing-masing Polres karena mereka lebih tau wilayah,” ujarnya.

Kapolda menegaskan, bagi masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar Bali wajib membawa surat keterangan yang nantinya juga diverifikasi oleh kepolisian.

Khusus angkutan penumpang, yang diizinkan hanya AKAP dan AJAP. Itupun telah dipasangi stiker khusus berisi scan barcode oleh Dinas Perhubungan.

“Yang perjalanan dinas akan kita verifikasi. Untuk transportasi di luar itu (angkutan dipasangi stiker) adalah angkutan atau travel gelap. Apabila tidak sesuai ketentuan, maka diminta kembali dan bisa juga kita tahan,” tegasnya.

Tak menutup kemungkinan, kata Kapolda, dikenakan sanksi tilang bagi travel gelap dan bahkan sampai penahanan kendaraan apabila tidak sesuai ketentuan berlaku.

Sementara untuk wisatawan masuk Bali harus mengikuti peraturan sesuai dengan peraturan Pemerintah Provinsi Bali.

“Prosedur sesuai Surat Edaran Gubernur Bali, bagi yang masuk Bali wajib menjalani pemeriksaan rapid test antigen dan PCR,” pungkasnya. (yus)