Petinju SEA Games Mulai Digembleng di Dua Tempat

Wakil Sekjen PP Pertina H. Djasman Abubakar (kiri) dan La Paene Masara. (FOTO: ist)

JAKARTA, PERSPECTIVESNEWS – Sebanyak 24 petinju digembleng di dua tempat pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Tim Putih bermarkas di Banten Academy Boxing. Sedangkan Tim Merah berpusat di Batam.

Petinju hasil seleksi pelatnas PP Pertina itu diproyeksikan ke SEA Games Hanoi Vietnam 2021, 21 November hingga 2 Desember.

Awalnya 22 petinju lolos seleksi. Namun ditambah tiga petinju asal Jawa Barat yang tidak bisa mengikuti seleksi di Dirgantara Mabes TNI AU, Maret lalu. Salah satu dari empat petinju Jawa Barat itu terindikasi Covid-19. Mereka pun diminta pulang.

“Mereka sudah berada di Pelatnas ini sejak 20 April. Masing-masing tim 11 orang ditambah 3 petinju Jawa Barat,” kata Wakil Sekjen PP Pertina H. Djasman Abubakar.

Tiga petinju Jawa Barat yang akan mengikuti seleksi pada 20 Mei dan 20 Juni adalah; Grace Savon Simangunsong kelas 69kg putra, Mikel Roberd Mustika (75kg/pa) dan Bram Betaubun (81kg/pa).

“Mereka harus mengikuti seleksi di kelasnya. Mereka harus fight. Seleksinya berbarengan pada 20 Mei. Tempat belum ditentukan, bisa di Jakarta atau Batam,” jelas Djasman.

“Mereka akan diseleksi dengan petinju yang kemarin sudah lolos. Satu orang akan terdegradasi. Selain fighting kita juga akan melihat mental dan psikologis. Bukan hanya aspek teknik,” ungkapnya.

H. Djasman lebih lanjut mengatakan, Sarung Tinju Emas (STE) menjadi puncak seleksi. STE ke-36 rencananya akan digelar di Halmahera Selatan, Maluku Utara pada 1-7 Agustus 2021.

Mereka yang lolos akan masuk Tim Merah Putih, tim yang resmi terbentuk 100 persen untuk berangkat ke SEA Games Vietnam 2021.

Menurut Ketua Umum PP Pertina Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak, pemilihan dua tempat pelatnas ini sengaja dilakukan. Kalau yang sudah-sudah mereka saling tahu kekuatan satu sama lain, kini mereka dituntut untuk saling pantau.

Mantan Pangdam Udayana itu ingin para atlet termotivasi dan memiliki naluri bersaing yang tinggi. Baik Tim Putih di Serang yang dipoles pelatih kepala Ucok Sitompul dan Tim Merah di Batam racikan pelatih kepala Erzon.

“Menu pelatihan yang diterapkan pelatih sama. Tergantung bagaimana atlet menyerapnya. Mereka saling intip kekuatan dan bersaing secara sehat,” kata Komaruddin Simanjuntak.

Mantan petinju nasional La Paene Masara menilai pelatnas yang diterapkan PP Pertina ini sangat bagus. Persaingan diyakini akan ketat.

“Penempatan dua pelatnas ini sangat bagus. Membuat kedua kubu berkompetitif. Jika dulu pelatnas digabungkan, maka akan tahu kekuatan satu sama lain. Tapi sekarang saling raba. Mereka termotivasi untuk meningkatkan kemampuan dan saling mengalahkan,” ujar La Paene.

Menurut pengamatan legenda berusia 47 tahun itu, semangat para petinju sangat luar biasa. Fisik, teknik dan stamina mereka juga dinilai cukup bagus.

“Bukan hanya latihan yang digenjot tapi juga tingkatkan disiplin dan nasionalisme dalam diri kita. Itu kunci untuk kesuksesan seorang atlet,” tutur La Paene yang dua kali tampil di Olimpiade tahun 1996 (Atlanta) dan 2000 (Sydney).

Mantan petinju kelas terbang ringan yang menembus perempat final Olimpiade Atlanta itu menambahkan jika semangat Merah Putih menyatuh dalam diri, diyakini petinju itu akan bermental hebat.

Dia juga mengingatkan agar para petinju menghormati pelatih, karena pelatihlah yang tahu plus minus atletnya. “Itu kunci jika kita ingin menuai sukses,” imbuhnya. (red)