Atlet PON Bali Segera Jalani Tes Fisik Tahap III

Nyoman Yamadhiputra (FOTO: dok)

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Usai mencairkan dana tali kasih kepada atlet dan pelatih PON, KONI Bali menjadwalkan melakukan tes fisik atlet tahap III pada bulan Mei ini.

Menurut Binpres KONI Bali Nyoman Yamadhiputra, tes fisik tersebut untuk mengetahui kondisi riil atlet PON Bali setelah sekian lama menjalani latihan mandiri. Hanya saja, Yama tidak menyebutkan tanggal pastinya kapan tes fisik itu dilakukan.

“Kami masih menunggu dari pihak Undiksha Singaraja karena tim penguji atau yang memberi tes nantinya berasal dari pihak Undiksha Singaraja,” ucap Yamadhiputra, Senin (3/5/2021).

Namun pria berkepala plontos yang mantan juara dunia silat itu memastikan tes fisik dilakukan bulan Mei ini di GOR Lila Bhuana.

Lanjutnya, lamanya tes fisik tahap III nanti tergantung juga dari pihak Undiksha, tapi berkaca dari pelaksanaan tes fisik tahap I dan II, kemungkinan selesai sampai dua hari saja. Ditambahkan Yama, proses tes fisik ini periodenya berlangsung setiap tiga bulan sekali.

Lantas, apa harapan KONI Bali kepada penghuni Pelatda PON Bali ini di tes fisik tahap III nanti? Lanjut Yama yang juga Ketua Umum Pengprov FOPI Bali ini, tes fisik III ini bertujuan memfasilitasi para pelatih untuk mengevaluasi fisik atlet-atlet mereka. Dan bagi atlet, tes ini untuk mengukur kemampuan fisik mereka, menjelang beberapa bulan menuju PON agar bisa dilengkapi.

“Kalau ada yang kurang, pelatih tentu punya tugas wajib untuk mengevaluasi serta memberikan program latihan apa yang harus diterapkan agar fisik atletnya meningkat. Begitu juga atlet, wajib ditingkatkan fisiknya jangan sampai stagnan,” tegas Yama.

Saat ini, seluruh cabang olahraga yang lolos ke PON tersebut sedang mengikuti masa desentralisasi (latihan terpusat di masing-masing cabor). Tahap selanjutnya, yakni sentralisasi (latihan terpusat seluruh cabor di satu tempat) akan dilakukan mulai akhir Juli mendatang. Untuk lokasi sentralisasi masih belum diputuskan di mana akan dilangsungkan.

Sementara untuk di tes fisik tahap IV atau yang terakhir, tujuannya untuk mengetahui potensi atlet yang dibawa ke PON.

“Misalkan saya beri gambaran, kalau daya tahan atlet kurang bagus, maka tidak boleh bertanding dalam jangka waktu yang lama. Kalau speed-nya kurang maksimal, jangan andalkan speed atau kecepatan. Itu yang nanti dievaluasi di tes IV. Biasanya tes fisik IV ini berkorelasi dengan strategi maupun teknik,” tandas Yama.(zil)