Listibiya Dukung Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali

Pimpinan Listibiya dalam pertemuannya di Gunaksa, Klungkung, Selasa (6/4/2021)

KLUNGKUNG, PERSPECTIVESNEWS – Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan Bali (Listibiya) menyampaikan dukungan terhadap pembangunan Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa, Klungkung, Selasa (6/4/2021).

Pimpinan Listibiya yang hadir antara lain Prof. Dr. I Made Bandem, Dr. I Wayan Astita, Ida Rsi Agung Wayabiya Sogata Karang, Drs. I Wayan Geriya, serta Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Darmawa.

Dalam pertemuan yang berlangsung, Prof. Dr. I Made Bandem, sebagai Ketua Listibiya Provinsi Bali (2016-2021), menegaskan bahwa dukungan itu diberikan karena Bali membutuhkan ruang (sarana dan prasarana) yang modern dan canggih untuk melahirkan karya seni-karya seni bermutu tinggi serta berkualitas internasional.

“Saya meyakini bahwa pembangunan Pusat Kebudayaan Bali ini adalah bagian penting dari strategi pembinaan kebudayaan yang bersifat “horizontal” dan “vertikal”,” ujar Prof. Made Bandem.

Pembinaan dan pengembangan yang bersifat horizontal adalah pembinaan dan pengembangan yang menekankan pada pemerataan, di mana kesenian Bali yang bersifat wali dan bebali (sakral dan seremonial) harus ditingkatkan keberadaan dan kualitasnya serta dikembalikan fungsinya untuk kepentingan upacara keagamaan.

Sebaliknya, pembinaan dan pengembangan yang bersifat vertikal bertumpu sepenuhnya pada peningkatan mutu (kualitas) dan dilakukan dengan mengadakan festival-festival, parade, lomba-lomba, rekonstruksi, kreativitas, inovasi, dan cara-cara lainnya agar kesenian itu memiliki standar nasional dan internasional.

Prof. I Made Bandem juga menegaskan bahwa Pusat Kebudayaan Bali bukan untuk “memuseumkan kebudayaan Bali”, melainkan untuk memamerkan karya dengan cerita di baliknya sekaligus mengedukasi masyarakat.

“Kekeliruan terletak pada memaknai arti kata “museum” dan juga arti kata “kebudayaan.”  Museum bukanlah gudang untuk menyimpan benda-benda mati. Ia adalah gedung atau ruangan untuk memamerkan hasil karya kreativitas, karya budaya, peninggalan sejarah, bahkan tengkorak manusia purba. Tentu diikuti dengan “story telling” yang jelas dan menggugah. Fungsi utamanya adalah edukasi, mengajarkan dan memberi inspirasi tentang puncak-puncak kebudayaan,” tegasnya.

Melihat adanya dukungan dari Listibiya, Gubernur Bali, I Wayan Koster, memberikan feedback berupa apresiasi atas dukungan tersebut.

“Semoga nantinya Pusat Kebudayaan Bali akan bisa sungguh-sungguh berperan tidak hanya dalam melestarikan warisan tradisi kita, tetapi juga dalam mengembangkan kesenian dan kebudayaan kita agar dapat menjawab persoalan dan tantangan jaman,” katanya. (zil)