Wujudkan Visi Jembrana, Bupati Tamba Tanam Bambu dan Tebar Benih Ikan

Bupati Tamba saat menebar benih ikan nila dalam kegiatan di wilayah Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya.

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS – Sebagai wujud penerapan Visi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana tepatnya pada konsep wana kerthi, secara marathon Bupati Jembrana I Nengah Tamba melaksanakan berbagai kegiatan di wilayah Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Selasa (7/4/2021).

Dimulai dari penyerahan bantuan kesenian kepada sembilan Sekaa Jegog setempat, kegiatan dilanjutkan dengan penebaran benih ikan nila sebanyak 50.000 ekor hingga menanam 2000 bibit bambu petung di sepanjang areal menuju kawasan Pura Pagubugan Manistutu Melaya. 

Menariknya, beberapa kegiatan itu tanpa melibatkan penggunaan APBD namun dengan memanfaatkan CSR dari Bank BPD Bali.

Dalam aksi sosial ini, Bupati Tamba juga hadir bersama beberapa tokoh pengusaha dan hiburan kreatif diantaranya Ajik Cok Krishna yang merupakan pemilik jaringan Oleh-oleh Krisna, Gede Hardiawan pelaku seni, Jun Bintang dan Dewi Pradewi serta selegram Puja Astawa.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba usai pelaksanaan aksi sosial menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah mengimplementasikan Visi Nangun Sad Kerthi Loka Jembrana khususnya pada konsep wana kerthi.

Kehadiran Ajik Cok Krisna beserta teman-temannya secara langsung ikut dalam aksi sosial tersebut menambah semarak acara. “Diharapkan dengan kehadiran Ajik Cok Krisna dan teman-temannya mampu mendorong dan memberikan inspirasi bagi anak –anak muda Jembrana, pengusaha muda dan industri kreatif agar maju bersama. Tentunya juga bersinergi dalam mengembangkan usaha ke depan serta mendorong destinasi wisata ke Jembrana,” ucapnya.

Lebih lanjut Bupati Tamba mengatakan, penanaman 2000 bibit bambu serta penebaran 50.000 benih ikan sebagai langkah pelestarian kawasan hutan dan ekosistem bendungan. Hal itu juga sesuai dengan Visi Nangun Sad Kertih Loka Jembrana.

“Kenapa dipilih bambu, karena bentuk pelestarian. Jembrana dikenal akan jegognya. Bambu ini  sebagai bahan material utama dari kesenian asli Jembrana yaitu Jegog,“ tandasnya.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas batuan CSR dari Bank BPD Bali sehingga kegiatan bisa berlangsung tanpa menggunakan APBD.  

“Ke depan program ini harus berhasil, sehingga nanti 5-10 tahun kita bisa menikmati hasilnya. Manfaatnya tentu bagi masyarakat yang berkecimpung dalam kesenian Jegog. Pelaku seni tidak perlu jauh-jauh lagi untuk mencari bahan bakunya. Jadi mari bersama-sama jaga dan awasi pertumbuhan bambu. Ini sangat penting dan secara langsung kita juga menjaga kelestarian kesenian Jegog sebagai identitas Jembrana,” kata Bupati Tamba.   

Selain pelestarian lingkungan, aksi sosial juga digelar melalui penyerahan bantuan CSR dari Club Harley Chapter Bali kepada 3 warga penerima yang tengah sakit. Selain itu, bantuan juga diberikan Ajik Cok Krisna secara pribadi kepada masing – masing sekehe Jegog yang tampil di Desa Manistutu sebesar Rp 3 juta.   (ariana/utu)