Gubernur Koster Terima Kunker BKSAP DPR RI

Gubernur Bali Wayan Koster

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS– Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan kerja (kunker) rombongan Diplomasi Parlemen Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ke Provinsi Bali yang dipimpin WK BKSAP DPR RI Putu Supadma Rudana, di ruang rapat Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (1/4/2021).

Dalam sambutannya, Gubernur yang sebelumnya menjabat anggota DPR RI tiga periode ini menyampaikan apresiasi atas kunker BKSAP ke Bali, sebagai bentuk dukungan terhadap kondisi Bali yang terpuruk di tengah pandemi Covid-19.

“Sebelumnya, kami ucapkan terima kasih, kehadiran BKSAP ke Bali. Saya yakin sudah barang tentu dalam rangka ikut memulihkan aktivitas wisatawan ke Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia. Bali mengalami kelumpuhan total hampir satu tahun lebih selama terjadinya pandemi Covid-19,” kata Gubernur Koster.

Gubernur Koster yang sempat satu komisi dengan Putu Supadma Rudana di Komisi X saat menjabat DPR RI, lebih jauh menyampaikan pemulihan Bali sangat bergantung pada program vaksinasi massal.

“Oleh pemerintah pusat, Bali dijanjikan mendapat prioritas program vaksinasi hingga 70% dari keseluruhan masyarakat Bali. Inilah harapan tercepat Bali bisa segera pulih, semakin banyak yang divaksin tentu penyebaran semakin aman. Sampai saat ini Bali telah mendapat kiriman 800 ribu vial vaksin dan sudah langsung didistribusikan ke masyarakat. Terutama di tiga zona hijau, yakni Ubud di Gianyar, Nusa Dua di Badung, dan Sanur di Denpasar. Pelaksanaannya sempat dipantau langsung oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo, berjalan sangat lancar. Rencananya pariwisata untuk WNA di ketiga wilayah itu dibuka bulan Juli, namun tetap melihat perkembangan di lapangan. Semoga bisa berjalan sesuai harapan, mohon bantuan BKSAP untuk ikut mengawal jatah vaksin untuk Bali,” pintanya.

Sementara itu Putu Supadma Rudana, menyatakan kunker ke Bali kali ini guna memperoleh masukan dan bahan guna mendukung dan mengangkat perekonomian melalui pariwisata bagi Indonesia, khususnya Bali.

Masukan dan bahan-bahan tersebut akan disampaikan sebagai senjata diplomasi bilateral maupun multilateral saat kunjungan kerja ke luar negeri.    (yus)