Kejaksaan Blitar Musnahkan Ribuan Barang Bukti Sitaan Negara

Kejaksaan Blitar memusnahkan ribuan barang bukti sitaan Negara.

BLITAR, PERSPECTIVESNEWS– Dalam rangka menerapkan Zona Integritas secara konsekuen, Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar melakukan rilis pemusnahan barang bukti sitaan Negara, Selasa (30/3/2021) di kantor Kejaksaan Negeri Blitar.

Agenda yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri unsur Forpimda Blitar diantaranya Wali Kota Blitar Drs. Santoso, M.Pd, Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, Kapolresta Blitar AKBP Dr. Yudhi Setiawan.

Kepala Kejari Blitar Bangkit Sormin mengungkapkan, Kejari Blitar telah berhasil menyita berbagai jenis barang bukti kejahatan yang telah berkekuatan hukum tetap untuk dimusnahkan sesuai ketentuan perundangan.

“Barang bukti yang kami musnahkan yaitu ribuan butir pil Double L dan puluhan ribu batang rokok kemasan tanpa cukai yang disinyalir memberi kerugian sekitar Rp 200 juta. Kejaksaan Negeri Blitar memusnahkan ratusan barang bukti dari total 350 kasus yang sudah inkrah sepanjang tahun 2020 lalu. Barang bukti itu meliputi ganja kering, senjata tajam, ribuan bungkus rokok ilegal dan minuman keras ilegal yang kami sita dari berbagai merk,” tutur Bangkit Sormin.

Ditambahkan, barang bukti yang dimusnahkan meliputi ganja kering dengan berat total 250 gram, sabu-sabu seberat lebih dari satu ons atau 105,75 gram, pil dan pil Double L yang berjumlah 77.199 butir.

Selain barang bukti psikotropika, jajaran Kejari Blitar juga memusnahkan 11.180 bungkus rokok ilegal tanpa cukai serta total 1.100 botol minuman keras dengan rincian 800 botol berasal dari pidana umum sedang sisanya dari pidana khusus. Selain barang bukti perjudian meliputi 9 kotak Cap Jiki serta 50 unit ponsel.

Bangkit menjelaskan, semua barang bukti itu merupakan hasil sitaan dari 350 kasus yang telah selesai atau inkrah sepanjang tahun 2020 lalu.

“Dari semua kasus yang mendominasi perkara umum pada tahun 2020 memang lebih banyak pada kasus narkotika dan psikotropika. Selain itu peredaran rokok tanpa cukai juga cukup banyak karena efek kerugian negara yang seharusnya dapat diselamatkan dari praktek ilegal tersebut.” jelas Bangkit kepada media.    (the)