Buka Bimtek, Wawali Ajak Pengusaha Meningkatkan Investasi di Denpasar

Bimtek yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Dalam rangka meningkatkan realisasi investasi pada masa pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek), Selasa (30/3/2021).

Bimtek bertajuk Meningkatkan Realisasi Investasi Kota Denpasar Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS-RBA), dibuka Wakil Wali Kota Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa di Hotel Aston.

Dalam Bimtek ini juga menghadirkan pembicara dari Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Kota Denpasar AA Indra Dwipayani, Ketua Bidang Dukungan Bisnis PT. Sucofindo Denpasar Adrian Pratama Putra, Moderator Paulus Suwardi. Kegiatan Bimtek akan dilakukan sebanyak 10 kali dalam setahun, dengan mengundang 26 perusahaan dalam setiap pelaksanaannya.

“Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan DPMPTSP Kota Denpasar dalam memfasilitasi pelaku usaha melaksanakan penanaman modal, maka dipandang perlu dilaksanakan Bimtek ini. Pelaksanaan Bimtek akan meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam melaksanakan penanaman modal sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Wakil Wali Kota Kadek Agus Arya Wibawa.

Harapan besar dari Bimtek ini adalah tumbuhnya minat pelaku usaha untuk melakukan investasi di Kota Denpasar. “Seperti kita ketahui di tengah pandemi Covid-19, kita berjuang bersama menghadapi pelemahan ekonomi. Jadi, sekarang mari kita bangkit bersama-sama untuk memulihkan ekonomi,” imbuhnya. 

Kepala DPMPTSP Kota Denpasar IB. Beny Pidada Rurus mengatakan Pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha, serta kemudahan berusaha pasca disahkannya UU No. 11 Tentang Cipta Kerja.

Terdapat perubahan mendasar dalam proses/penyelenggaraan perizinan berusaha, di mana penyelenggaraan perizinan dulu berbasis berdasarkan izin, berubah menjadi perizinan berusaha berbasis risiko (risk based approach). (hum)