Mulai 1 April, Tes Covid-19 Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Bisa Gunakan GeNose

JAKARTA, PERSPECTIVESNEWS – Di tengah perdebatan soal larangan mudik Lebaran tahun 2021, Pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 mengeluarkan Surat Edaran No. 12 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Masa Pandemi Covid-19.

Surat Edaran yang ditandatangani Ketua BNPB selaku Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo pada 26 Maret 2021 itu, memberi alternatif lain kepada Pelaku Perjalanan Dalam Negeri (PPDN) dalam memperoleh surat keterangan negatif Covid-19.

Jika sebelumnya suket negatif Covid-19 bagi PPDN diperoleh dengan melakukan tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, maka mulai 1 April 2021 sudah bisa melakukan tes GeNose C19 di bandara, pelabuhan, stasiun sebelum keberangkatan dan mengisi e-HAC Indonesia.

Sedangkan pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Covid-19 Daerah.

Khusus perjalanan rutin di Pulau Jawa dengan moda transportasi laut yang bertujuan melayani pelayaran lokasi terbatas antarpulau, atau antarpelabuhan domestik dalam satu wilayah aglomerasi, atau dengan transportasi darat baik pribadi maupun umum dalam satu wilayah aglomerasi perkotaan tidak diwajibkan menunjukkan hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan namun akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Covid-19 Daerah.

Untuk perjalanan ke Bali dengan transportasi udara, laut, dan darat, baik pribadi maupun umum, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR atau negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil negatif tes GeNose C19 di bandara, pelabuhan, dan terminal sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan mengisi e-HAC Indonesia. (yus)