Budayawan Eros Djarot Apresiasi DNA sebagai Ruang Kreatifitas Anak Muda

Eros Djarot saat berkeliling di DNA Kota Denpasar, Jumat (26/3/2021).

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS– Budayawan Eros Djarot mengapresiasi keberadaan Dharma Negara Alaya (DNA) Kota Denpasar sebagai ruang kreatifitas anak muda terus mengalir. Eros Djarot khusus berkunjung ke DNA Art and Creative Hub Kota Denpasar, Jumat (26/3/2021).

Dalam kunjungannya, Eros Djarot berkesempatan menyaksikan pelaksanaan Pameran Ogoh-Ogoh dan berkeliling menjajaki satu persatu ruangan yang ada di DNA.

Eros Djarot mengatakan, keberadaan DNA sebagai wahana kreatifitas masyarakat sangatlah tepat. Bahkan, konsep pelaksanaan kegiatan di DNA ini juga sangat baik dan hebat. Pihaknya juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pameran ogoh-ogoh yang sedang berlangsung di DNA.

“Menyaksikan pameran di DNA Denpasar ini luar biasa, saya sekolah kesenian, tapi melihat karya yang ada, kita di Eropa juga membuat ini, tapi terus terang tidak sehebat ini, ini karyanya juga bagus-bagus,” ujarnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh seniman, pelaku seni, pelajar seni dan budayawan untuk mengunjungi DNA Kota Denpasar ini. Hal ini lantaran pihaknya menilai keberadaan DNA sangat tepat menjadi referensi atau rujukan ilmu di bidang kesenian dan kreatifitas.

“Kepada teman di seluruh Indonesia, terutama pelajar dunia kesenian, kalian harus kesini, sebab kalian kalau tidak kesini, referensi kalian akan sangat dirugikan,” jelasnya.

Pihaknya juga berpesan kepada pemangku kepentingan di Bali untuk mendukung dan mengembangkan DNA ini.

“Kepada para pejabat saya titip ini, tolonglah dikembangkan, karya adik-adik ini yang luar biasa, saya saya saksikan sendiri, ayo kita suport bersama,” katanya lagi.

Eros juga mengajak siapapun yang berkunjung ke Bali tak lupa juga menyambangi DNA sebagai salah satu destinasi wajib.

“Seluruh penggiat kesenian di Indonesia, rasanya tidak rugilah kalau datang ke DNA dan kalau ke Bali jangan hanya ke pantai, karena disinilah ‘pantai kesenian’ yang kelak akan menjadi samudra kesenian itu sendiri,” pungkasnya.      (hum)