Doa Terkabul, Jalan Rabat Beton Muncul

Sinergi personel TMMD Kodim Jembrana dengan warga membangun jalan rabat beton di Banjar Sawe, Batuagung, Negara, Jembrana, Bali.

Sejak 2016 silam, warga desa yang tinggal di kawasan perkebunan Banjar Sawe, Batuagung, Negara, Jembrana, Bali punya mimpi memiliki akses jalan menuju Banjar Palungan Batu. Ini karena mereka ingin hasil perkebunannya bisa cepat dipasarkan tanpa harus berputar arah menuju desa tetangga.

Jarak tempuh yang lumayan jauh karena harus berputar bahkan dua kali lipat jika dibandingkan menuju ke kota, membuat warga hanya bisa berdoa. Harapan lewat mimpi mereka adalah kapan jalan yang menghubungkan mereka dengan desa tetangga yakni Banjar Petanahan bisa segera tersambung sehingga memperlancar mobilitas warga.

Secercah harapan kini muncul. Kehadiran personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas di Kodim 1617/Jembrana siap mewujudkan mimpi warga lewat program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-110 TA 2021.

Dibantu warga sekitar, pasukan berseragam loreng ini melakukan bhakti sosial mengerjakan jalan rabat beton sepanjang 1,372 kilometer dengan lebar 2,50 meter dan tinggi 0,20 meter, gorong-gorong, dan juga pembuatan drainase sepanjang 448 meter. Doa warga pun terkabul.

Para personel TNI dan warga harus berjibaku dengan medan yang berat berupa tanjakan dan juga turunan terjal. Mereka harus mengatur strategi untuk menyiasati guyuran hujan mengingat lokasi bhakti sosial itu terletak di kawasan pegunungan yang sangat rentan terjadi longsor. Jika hujan turun, maka lokasi menjadi becek dan licin karena tanah di kawasan ini berkontur tanah liat.

Tanpa meninggalkan protokol kesehatan, warga desa dan TNI bekerja saling bahu membahu, benar-benar manunggal, bersatu membangun asa, bersatu dalam bekerja dan bersatu dalam keberhasilan.

Terima kasih TNI

Meski banyak kendala menghadang, sinergitas warga desa dengan TNI terlihat begitu kompak. Mereka saling terkait dan terikat dalam satu tujuan mulia untuk meningkatkan kesejahtaraan warga desa. Kekompakan mereka patut diacungi dua jempol. Sangat membanggakan dan mengesankan. Terima kasih TNI…

Salah satu warga l Putu Gede Oka Priadnyana mengatakan, jalan yang berada tepat di depan rumahnya sangat sulit untuk dilalui, terlebih saat musim hujan karena jalan sangat licin dan berlumpur, membuat aktivitas warga tersendat.

Menurutnya, adanya rabat jalan beton yang merupakan program TMMD ke-110 TA 2021, membuat aktivitas warga semakin lancar. Dengan akses jalan yang semakin baik, maka sangat membantu warga saat pergi ke kebun begitu pun aktivitas saat membawa hasil panen sekaligus saat memasarkannya, jauh lebih mudah dan cepat.

“Kami tidak perlu lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk ongkos buruh karena hasil panen bisa langsung kami bawa ke rumah ataupun pembeli bisa langsung mengambil hasil bumi di kebun petani,” tutur Oka Priadnyana.

“Terima kasih bapak-bapak personel TNI atas perhatian dan dedikasinya untuk kami warga desa disini,” imbuhnya.

Babat Semak Belukar

Tak kenal lelah, Satgas TMMD saling bahu membahu dengan warga desa membangun jalan rabat beton.

Ditemui di Posko Taktis Satgas TMMD di Balai Banjar Sawe, Pasiter Kodim 1617/Jembrana, Kapten Inf. I Nyoman Gede Andika mengungkapkan, pengerjaan diawali dengan Pra TMMD pada 11 Ferburari 2021 lalu dengan membabat semak belukar, serta pengerjaan lain yang berakhir pada 28 Februari 2021.

Menurut Gede Andika, pengerjaan melibatkan 150 personel dari berbagai satuan TNI (AD, AL, AU) serta instansi terkait.

“Anggaran dari APBD Kabupaten Jembrana sebesar Rp 1 miliar. Jadi, pengerjaan ini sangat murah hingga 2 – 3 kali lipat dari anggaran bila dikerjakan pihak rekanan. Karena pengerjaannya dilakukan personel dan warga maka tidak perlu keluar ongkos. Itu yang menyebabkan biaya jadi lebih murah. Tentara kan sudah dapat gaji setiap bulannya,” kata Gede Andika tertawa.

Ditambahkan, kendati tenaga yang mengerjakan gratis, namun bukan berarti pengerjaannya asal-asalan. Ada pendamping dari tenaga ahli bangunan yang mengawasinya.

“Ada tenaga ahli yang mengawasi kami dalam bekerja seperti mencampur bahan. Kami hanya menerima bahan-bahan bangunan seperti semen, pasir, batu, dan peralatannya. Dari program TMMD ini kami ingin jalan ini bertahan lama,” tuturnya.

Gede Andika menambahkan, TMMD sendiri berlangsung hampir satu bulan penuh. Dimulai tanggal 2 – 31 Maret 2021. “Pra TMMD dilaksanakan untuk memaksimalkan hasil kerja, khususnya pada sasaran fisik, sehingga pada pelaksanaan TMMD nanti hingga H-1 penutupan, target kita untuk sasaran bisa rampung dikerjakan 100 persen,” tandasnya.

TMMD Sejahterakan Rakyat

TMMD ke-110 TA 2021 dibuka Bupati Jembrana I Nengah Tamba di Gedung Soekarno, Negara, Jembrana pada Selasa (2/3/2021), lanjut meninjau langsung lokasi Satgas TMMD.

Menurut Bupati Tamba, TMMD memiliki nilai yang sangat positif. “Muara dari TMMD itu sendiri bertujuan untuk mensejahterakan rakyat. Dengan adanya perbaikan jalan melalui rabat beton tentunya akan memudahkan mobilitas warga dalam aktivitas sehari-hari,” ujarnya di hadapan awak media kala itu.

Tamba juga mengungkapkan, dengan adanya perbaikan jalan tersebut, warga desa lebih mudah untuk mengangkut hasil pertanian maupun perkebunan, sehingga bisa mengurangi biaya buruh karena mobil bisa masuk ke lokasi hasil pertanian warga.

“Kegiatan TMMD ini hendaknya didukung oleh semua pihak. Dengan semangat gotong-royong dan pengabdiannya yang luar biasa kepada rakyat, kehadiran dan kinerja TMMD sungguh patut diapresiasi,” tandas Tamba.

Sumbang Kambing KK Kurang Mampu

Sementara itu, Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf Hasrifuddin Haruna mengungkapkan, selain sasaran fisik dan non fisik, pihaknya juga memberikan sumbangsih kepada warga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Bantuan tersebut diberikan kepada dua Kepala Keluarga (KK) berupa kambing sekaligus akan dibuatkan kandang permanen. Untuk masing-masing KK akan menerima empat ekor kambing, satu jantan dan tiga betina.

“Kita berharap dari kambing ternak yang kita sumbangkan kepada warga nantinya akan beranak pinak, dan anakannya selanjutnya secara berkesinambungan akan kita sumbangkan lagi kepada warga lainnya, sehingga ke depannya selain sebagai petani, nantinya warga juga bisa menjadi peternak,” harap Dandim Haruna. Bravo TNI….. (ari)