Aklamasi, Nyoman Sukanada Kembali Pimpin PBVSI Bali

Nyoman Sukanada (kiri) dan Ketum KONI Bali Ketut Suwandi.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Seperti sudah diperkirakan semula, Nyoman Sukanada secara aklamasi dipercaya menjadi Ketua Umum Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bali periode 2021-2025.

Dalam Musprov PBVSI Bali, Sabtu (20/3/2021) di Ruang Rapat Utama KONI Bali itu, dari delapan pemilik suara yang hadir, Sukanada meraup semua suara tersebut. Sukanada menjadi calon tunggal dalam musprov tersebut.

Dengan terpilih secara aklamasi, Sukanada sukses mempertahankan namanya sebagai orang nomor satu di cabor bola voli Bali. Terpilihnya Nyoman Sukanada karena berhasil membangun komunikasi dengan pihak Pengkab dan Pengkot PBVSI se-Bali.

Dengan strategi jitu, Sukanada mampu meredam para pemilik voter untuk tidak memunculkan calon lain di luar dirinya. Sehingga perjalannya terbilang lancar dan tanpa hambatan berarti.

Sebelumnya sempat tersiar bahwa PBVSI Kota Denpasar yang hampir mengusung calon, bersama PBVSI Buleleng. Namun mendekati musprov justru mengarahkan dukungan ke incumbent.

Usai terpilih, Nyoman Sukanada ditetapkan sekaligus sebagai ketua tim formatur yang bertugas menyusun kepengurusan lengkap untuk empat tahun ke depan. Sukanada berjanji segera merampungkan susunan pengurus dimaksud dan selanjutnya dimintakan rekomendasi KONI Bali untuk diajukan ke PP PBVSI untuk mendapatkan SK.

Nyoman Sukanada

“Saya memang rajin menjalin komunikasi dengan pengurus PBVSI di tingkat kabupaten/kota. Komunikasi terjalin dengan baik ini memang membuahkan hasil. Masih mempercayakan saya untuk memimpin PBVSI Bali. Ke depan saya jelas akan lebih all out. Minimal berkorban dari sisi waktu, pemikiran. Secara materi juga kami siap berkorban dalam pembinaan voli di Bali,” beber Sukanada.

Bagi Sukanada, cabor bola voli adalah hidup keduanya. Sehingga waktu memang sering dihabiskan untuk mengurus cabor ini. Bahkan, dia memastikan untuk voli pasir yang lolos PON, akan diupayakan lobi untuk memilih lapangan khusus.

Komunikasi itu sudah dia jalin dengan pimpinan daerah di Klungkung agar difasilitasi berupaya lapangan voli pantai. Harapannya, atlet lebih fokus menjalani proses latihan. Dan pada akhirnya bisa tampil maksimal di PON.

“Voli Pasir menjadi tumpuan kami di PON Papua. Ini juga potensi menyabet medali. Makanya harus kita maksimalkan,” jelas Sukanada yang juga eks Direktur PDAM Badung itu.

Pria yang juga eks manajer tim Bola Voli Tirta Dewata itu, sementara untuk pembentukan tim voli indoor sebagai upaya menebus kegagalan di PON XX/2021 di Papua, untuk di PON Sumut dan Aceh tahun 2024 mendatang, voli Bali wajib lolos PON. Makanya persiapan tim akan lebih lama. Minimal 6-9 bulan agar tim Pra-PON Voli Bali solid dan mampu kembali meraih tiket PON. (yus)