Pasien Sembuh di Denpasar Bertambah 104 Orang, Terkonfirmasi Positif 79 Orang

I Dewa Gede Rai

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Persentase kesembuhan pasien Covid-19 di Kota Denpasar kembali melejit. Pada Rabu (10/3/2021) angka kesembuhan pasien Covid-19 melejit menjadi 92,20%.

Pun demikian, kasus positif masih ditemukan setiap hari dimana kali ini diketahui bertambah 79 orang, kasus sembuh bertambah 104 orang dan 2 orang meninggal dunia.

“Perkembangan kasus harian, pada hari ini kasus sembuh bertambah di angka 104 orang, jumlah ini pun menjadikan prosentase kesembuhan meningkat menjadi 92,20%.  Namun, kasus positif bertambah 76 orang dan 2 pasien meninggal dunia,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, saat dikonfirmasi Rabu (10/3/2021).

Berdasarkan data, secara kumulatif kasus positif tercatat 11.362 kasus,  angka kesembuhan mencapai 10.475 orang, meninggal dunia 211 orang (1,85%) dan kasus aktif yang masih dalam perawatan 676 orang (5,95%).

Terkait kasus meninggal dunia, pasien pertama diketahui seorang perempuan usia 43 tahun berdomisili di Kelurahan Sanur. Pasien dinyatakan positif Covid-19 pada 2 Maret 2021 dan meninggal dunia 10 Maret 2021.

Untuk pasien kedua, seorang laki-laki usia 62 tahun. Pasien dinyatakan positif pada 6 Maret 2021 dan meninggal dunia 10 Maret 2021.

Dewa Rai mengajak seluruh masyarakat waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dimana, meski sudah diberikan kelonggaran dalam beraktivitas, penerapan protokol kesehatan merupakan kewajiban.

 Dikatakan, berbagai upaya terus dilakukan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian.

Bagi desa/kelurahan yang mengalami lonjakan kasus akan mendapat perhatian serius Satgas Covid-19 Kota Denpasar lewat pendampingan yang dikoordinir camat.

 Dewa Rai juga mengajak masyarakat untuk mengurangi mobilitas,  dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Hal ini mengingat tren peningkatan kasus yang diiringi dengan menurunnya angka kesembuhan akan berpengaruh pada ketersediaan ruang isolasi dan perawatan.

“Mohon untuk  melakukan prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga,” ajak Dewa Rai. (hum)