Sebagian Besar Peserta Rakerprov KONI Bali Inginkan Porprov Tak Diundur

Ketut Suwandi, Budi Adnyana, Maryoto Subekti dan IGN Oka Darmawan saat memimpin sidang Rakerprov KONI Bali secara virtual di KONI Bali, Selasa (9/3/2021).

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Sebagian besar peserta Rapat Kerja Provinsi KONI Bali, Selasa (9/3/2021) yang dilaksanakan secara virtual menghendaki Porprov Bali XV tidak ditunda lagi, yakni digelar pada tahun 2022 mendatang.
Hajatan olahraga multievent skala Bali itu semestinya dihajat tahun 2021 ini di Badung. Tetapi lantaran tahun 2020 Indonesia termasuk Bali dilanda pandemi Covid-19, Kabupaten Badung menundanya menjadi tahun 2022.
Karena pemulihan pariwisata akibat Covid-19 tidak sesuai prediksi, dan tahun 2021 masih belum pulih, KONI Badung kembali meminta Porprov Bali ditunda ke tahun 2023.
Saat Rakerprov KONI Bali, kemarin, Ketua Umum KONI Denpasar Ida Bagus Toni Astawa berharap Porprov Bali tidak ditunda lagi karena akan menghambat pembinaan. Atlet juga tidak mendapat wadah mengepresikan kemampuannya dalam meraih prestasi.
“Kalau ditunda lagi menjadi tahun 2023, maka empat tahun terhitung setelah Porprov Bali tahun 2019 di Tabanan para atlet tidak mendapatkan wadah berkompetisi. Karena itu KONI Denpasar minta gelaran itu tidak ditunda,” ujar IB Toni Astawa.
Pendapat KONI Denpasar didukung oleh KONI Kabupaten lainnya. Ketua KONI Tabanan Dewa Gde Ary Wirawan mengaku pihaknya siap menggelar event itu secara gotong royong.
Demikian pula yang disampaikan Ketua KONI Gianyar Pande Purwata, yang mengatakan kalau ditunda lagi maka atlet yang semestinya bisa berlaga, namun usianya akan lewat, dan itu berarti mereka yang umurnya lebih sehingga tidak bisa main di Porprov Bali, mencerminkan pembinaan tidak berhasil.

Dibuka Gubernur
Rakerprov dibuka Gubernur Bali secara virtual, dan sidang-sidangnya dipimpin bersama Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, Wakil Ketua I Nyoman Budi Adnyana, Wakil Ketua II Maryoto Subekti, dan Sekum IGN. Oka Darmawan.
“Memang sebagian besar peserta rapat menginginkan Porprov Bali tetap digelar tahun 2022 dan tidak diundur. Namun semuanya ada di tangan Pemprov Bali dalam hal ini Pak Gubernur,” kata Suwandi usai Rakerprov.
Diakuinya, KONI Bali tidak memiliki kapasitas dalam memutuskan dan KONI Bali hanya memberikan input atau masukan kepada Pemprov sebagai pengambil keputusan dan mutlak dalam memberikan keputusan. Sedangkan KONI Bali hanya eksekutor.
“Kami sekarang ini masih mendengar pendapat-pendapat dari peserta. Hasil rapat ini belum merupakan keputusan dan masih tahap pengumpulan data dan pendapat,” jelas mantan Ketua Umum KONI Bali itu.
Disebutkannya, memang sesuai permintaan Gubernur Bali maka KONI Bali bakal mengkaji semuanya soal kenapa ada yang ingin Porprov Bali tetap digelar tahun 2022 dan kenapa ada yang menolak.
“Inilah yang kami laporkan nantinya dan nanti Pak Gubernur yang menentukan. Seusai itu nantinya bakal kami olah dari segala aspek termasuk ekonomi atau lainnya. Tak terkecuali bagaimana kejuaraan itu sendiri digelar dan bagaimana mental atlet kalau tidak bertanding dan apa pengaruhnya pembinaan. Kalau memang harus dipertandingkan bisa dilakukan dengan tidak perlu mewah-mewah,” pungkas Suwandi. (yus)