Bupati I Nengah Tamba, S.H: “Merajut Kebersamaan”

Bupati Jembrana I Nengah Tamba, S.H

Pada 1 Pebruari 2021 tepatnya Senin Umanis Wuku Tolu, I Nengah Tamba, S.H mulai melaksanakan tugas kedinasannya sebagai Bupati Jembrana.

Sebagai orang nomor satu di Pemkab Jembrana, sosok humanis ini di akun Fb-nya menyempatkan diri menulis “Rahajeng semeng, rahina mangkin ngawit titi yang menjalankan tugas melayani semeton Jembrana.Titiang nunas doa restu memargi antar,” demikian tulisnya.

Selanjutnya ia menulis, mari merajut kebersamaan dalam membangun Jembrana untuk mewujudkan masyarakat ujung barat Pulau Bali (Jembrana) yang bahagia berlandaskan Tri Hita Karana.

Kepada perspectivesnews.com dalam satu kesempatan, Bupati asal Kaliakah ini mengemukakan, di tahun 2021 ini pihaknya telah mempunyai program visi misi yang harus diimplentasikan ke depan. Di sisi lain, pihaknya menyampaikan permohonan maaf bahwasanya di tahun 2021 ini belum bisa berbuat banyak karena anggaran sudah ditetapkan pada masa bupati sebelumnya yakni Putu Artha-Kembang Hartawan.

“Jadinya kami tidak bisa berbuat banyak, tinggal menyesuaikan saja mana-mana program yang selaras dengan bupati sebelumnya dan saya sebagai bupati yang baru. Tentunya nanti di tahun 2021 ini yakni di anggaran perubahan dan anggaran induk 2022 baru sepenuhnya bisa menjalankan program-program dan visi-misi yang ada,” ungkapnya bijak.

Dalam situasi pandemi yang tidak kunjung surut, I Nengah Tamba, S.H mengungkapkan keprihatinannya tentang ketahanan pangan dan semakin meningkatnya masalah pengangguran dari mereka yang sebelumnya bekerja di luar Jembrana kemudian pulang kampung. “Inilah menjadi pemikiran kita bersama untuk bisa dicarikan solusinya,” bebernya.

Saat ini pihaknya sedang giat melakukan terobosan baru agar pegiat UMKM dan hasil karyanya bisa terserap sesuai dengan perkembangan zaman di era digital.

“Yang perlu kita wujudkan yakni digital marketing. Ini perlu dioptimalkan. Intinya, para pelaku UMKM tidak lagi berinteraksi secara manual di masa pandemi ini namun berinteraksi melalui media sosial. Bertransaksi dengan mengharapkan demand Jembrana semata tentu tidak cukup. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu sosialisasi ke seluruh Bali bahkan di seluruh Indonesia. Di era kekinian memang diperlukan peran digital tanpa mengesampingkan hal-hal tak kalah penting lainnya seperti produk pertanian, perkebunan dan perikanan yang senantiasa masih eksis di era pandemi saat ini. Itulah yang akan selalu kami maksimalkan,” tutup Bupati Tamba.      (putu aryana)