Gubernur Koster Resmi Berlakukan Penggunaan Pakaian Berbahan Endek Bali setiap Hari Selasa

Gubernur Bali Wayan Koster

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Gubernur Bali Wayan Koster resmi memberlakukan penggunaan pakaian berbahan kain tenun endek Bali setiap hari Selasa yang tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali.

Edaran yang berpihak kepada industri tenun lokal Bali ini, langsung disambut positif Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali, bupati/walikota se-Bali, pimpinan instansi vertikal di Bali, pimpinan BUMN dan BUMD di Bali, rektor perguruan tinggi se-Bali, perbankan di Bali, hingga pimpinan organisasi/lembaga kemasyarakatan se-Bali, camat se-Bali, serta kades dan lurah se-Bali, Selasa Anggara Kliwon, Kulantir (23/2/2021) melalui virtual.

“Pada kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan suatu kebijakan baru yang berkaitan dengan berlakunya Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021. Saya juga menegaskan kain tenun endek Bali merupakan warisan budaya kreatif masyarakat Bali yang wajib dilestarikan, dilindungi, digunakan, dan diberdayakan sebagai jati diri masyarakat Bali sesuai Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” ujar Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini di Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Kain tenun endek Bali telah dicatatkan sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional dengan Nomor Inventarisasi EBT.12.2020.0000085 oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM tanggal 22 Desember 2020.

Karena memiliki pesona dan motif yang indah, membuat belakangan ini telah muncul produk kain bermotif seperti endek yang bukan hasil kerajinan masyarakat Bali dan tidak berbasis budaya kreatif lokal Bali, yang mengancam keberadaan tenun endek Bali beserta perajinnya dan pelaku usahanya.

“Untuk itu kain tenun endek Bali perlu digunakan dan diberdayakan secara ekonomi agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Pemerintah juga harus berpihak dan berkomitmen terhadap sumber daya lokal dengan berperan aktif melestarikan, melindungi, dan memberdayakannya,” ujar alumnus ITB ini dihadapan 232 peserta.

Keberadaan kain tenun endek Bali makin diperkuat dengan adanya Visi Pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang memuat program prioritas pembangunan adat, tradisi, seni dan budaya, serta kearifan lokal.

Program prioritas tersebut juga sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang ditindaklanjuti dengan Produk Hukum Daerah, yaitu Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali, dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali.

Wayan Koster yang juga menjabat Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengatakan salah satu produk berbasis budaya, yaitu kain tenun endek Bali perlu dilindungi, dikembangkan, dibina, dan diberdayakan agar bermanfaat sebesar-besarnya bagi krama Bali. (ari)