Tuan Rumah PON Harus Rela 10 Cabor Digelar di Luar Papua

Ketut Suwandi

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Adanya usulan dari Komisi X DPR RI agar 10 cabang olahraga yang dicoret bisa dipertandingkan secara resmi lagi pada PON XX/2021 Papua Oktober mendatang namun gelarannya di Sumatera Selatan (Sumsel), dinilai tak hanya tergantung Pemerintah Pusat saja namun juga dari pihak tuan rumah Papua.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, mengatakan, tuan rumah Papua harus ikhlas 10 cabor yang semula dicoret, dipertandingkan di Sumsel tetapi masih dalam satu-kesatuan cabor PON XX. Suwandi mengatakan, wacana 10 cabor dipertandingkan di luar Papua, sebenarnya dulu pernah muncul di mana Jawa Timur bersedia menjadi tuan rumah dari 10 cabor tersebut sepanjang masih dalam konteks cabor PON.

“Sebelumnya kan sudah ada pertemuan antara Gubernur Papua, Jawa Timur dan pihak Kemenpora tapi kenyataannya tetap saja 10 cabor itu tak bisa dipertandingkan. Tidak tahu apa alasannya. Padahal saat itu Gubernur Jawa Timur bersedia menggelar 10 cabor itu,” tutur Suwandi di KONI Bali, Rabu (17/2/2021).

Selain itu, kalau 10 cabor itu dipertandingkan di Sumsel maka akan merubah kesepakatan aturan tuan rumah yang dulunya satu provinsi yakni Papua, maka akan dirubah menjadi dua provinsi.

“Ini merupakan bagian agak sulit, makanya dasarnya apakah mau Papua menerima jika 10 cabor itu juga digelar di provinsi lain di luar Papua. Atau Pemerintah Pusat meminta kepada Papua untuk legowo menerima semua itu. Tapi kalau Papua ngotot tidak menerima, ya akan sulit juga,” tegas mantan Ketua Umum KONI Badung itu.

Meski demikian, diakui Suwandi, faktor lainnya menjadi pertimbangan seperti waktu gelaran yang semakin mepet yakni sekitar 7 bulan ke depan. Termasuk kalau 9 cabor venuenya mudah dibuat sementara untuk golf belum ada sama sekali. Sepuluh cabor yang kini menjadi perbincangan itu yakni gateball, bridge, woodball, soft tenis, petanque, golf, balap sepeda, dansa, ski air dan tenis meja. (zil)