Putus Penularan Covid-19, Tim Yustisi Kota Denpasar Perketat Penertiban Prokes

0
31
Tim Yustisi Kota Denpasar saat melakukan penertiban pelaksanaan prokes.

DENPASAR, PERSPECTIVESNEWS – Tim Yustisi Kota Denpasar melakukan penertiban protokol kesehatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menyasar tempat keramaian seperti pasar, pertokoan, ruang terbuka hijau/taman kota dan pengguna jalan di seluruh Kota Denpasar Rabu (13/1/2021).

Penertiban prokes melibatkan Tim Gabungan dari unsur  BPBD, TNI, Polri, Satpol PP, Diskes Dishub dan Pecalang ini berhasil menjaring 35 orang pelanggar. Hal ini disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga.

Lebih lanjut ia mengtakan, semua pelanggar prokes kali ini tidak ada yang didenda karena mereka semua menggunakan masker, namun penggunaannya tidak pada tempatnya.

Sebagai sanksi semua pelanggar diberikan pembinaan dan sanksi fisik yakni  semua pelanggar diberi hukuman push up. Selain itu mereka juga diberikan sanksi moral  yakni menandatangangi surat pernyataan tidak akan melanggar prokes lagi. “Jika setelah ini kembali ditemukan melanggar maka akan diproses tipiring,” ungkap Sayoga.

Dalam penertiban pihaknya juga melakukan pemantuan bagi pelaku usaha agar jam  tutup tidak sampai lewat waktu yang telah ditetapkan. Jika ditemukan buka lewat jam operasional yang telah ditentukan, maka akan dilakukan pencatatan dan diberikan pembinaan.

Jika setelah diberikan pembinaan kembali melakukan pelanggar, pihaknya juga akan memroses untuk sidang tipiring.

“Saya mengajak masyarakat agar taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan  mengingat orang yang terjangkit Covid-19 semakin banyak sedangkan fasilitas rumah sakit dan tenaga kesehatan sangat terbatas,” kata Sayoga.

Sementara Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar menambahkan bahwa kasus Covid-19 di Kota Denpasar mengalami tren peningkatan.

“Dalam dua hari terakhir kasus Covid di Denpasar di atas angka 100 kasus per hari, oleh karena itu mari bersama ikut berpartisipasi mencegah penularan dan penyebaran Covid dengan menerapkan 3 M,” ajaknya. (hum)