Pandemi Covid-19 Di Buleleng, 2000 Pekerja Pariwisata Dinonaktifkan sebagai Peserta JKN-KIS

0
25
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Buleleng Elly Widiani

BULELENG, PERSPECTIVESNEWS – Sejak pandemi Covid-19, Di daerah Bali Utara Buleleng, 2000 pekerja di sektor pariwisata termasuk keluarganya tidak ditanggung lagi jaminan kesehatannya atau dinonaktifkan kartu peserta JKN-KIS yang mereka miliki selama ini.

Demikian disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Buleleng Elly Widiani pada acara yang bertajuk Ngumpul Bareng Sahabat Media “Bersama Mengawal Implementasi Program JKN-KIS di Buleleng”, di Puri Bagus Resort Pemaron Singaraja, Senin (26/10/2020).

Menurut Elly Widiani, penonaktifkan pekerja pariwisata itu, karena pihak perusahaan maupun hotel sudah tidak beroperasi atau menutup usahanya. Namun menurutnya, ada juga pihak pengusaha kendati tutup aktifitasnya, namun masih memberikan jaminan kesehatan kepada karyawan.

Dia berharap, kepada pihak perusahaan/hotel tetap memberikan jaminan kesehatan, memberikan hak-hak pekerja di masa pandemi Covid ini. Pada bulan Agustus 2020 ada sekitar 80 KK saat ini telah mengajukan relaksasi ke BPJS. “Relaksasi merupakan program keringanan pembayaran tunggakan yaitu memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta JKN-KIS,” ujarnya.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Buleleng Elly Widiani menjelaskan, selama masa pandemi Covid jumlah tunggakan peserta JKN mandiri di Buleleng mencapai Rp.30 milyar lebih. Tingkat keaktifan peserta mandiri kini 60 persen sebelum Covid-19 mencapai 75 persen.

Sedangkan kunjungan peserta ke Puskesmas maupun ke Rumah Sakit pada masa pandemi Covid-19 ini juga mengalami penurunan.

“Jumlah peserta yang nunggak saat ini mencapai 45 persen ada kenaikan 10 persen dibandingkan dengan sebelumnya yang menunggak membayar iuran 35 persen dikarenakan alasannya antara lain lupa dan sebagainya,” tandasnya.

Jumlah peserta JKN-KIS di Buleleng per-Oktober 2020 mencapai 223.059.270 jiwa atau 93 persen melampaui peserta nasional yakni 83 persen sedangkan jumlah peserta yang preminya sudah dibayar pemerintah daerah sudah mencapai 244.902 jiwa.

Sementara itu, besaran iuran setiap bulan JKN-KIS per Juli 2020 masing-masing untuk Kelas I Rp.150.000 perorang per bulan, Kelas II Rp.100.000, Kelas III Rp.42.000. “Terkait upaya meningkatkan pelayanan peserta, saat ini sedang disusun standar kelas rawat inap di Rumah Sakit sehingga tidak ada lagi perbedaan antara Kelas I, II maupun kelas III. Jadi yang ada pelayanan standar,” tandas Elly Widiani.

Di akhir wawancara, Elly menyampaikan agar peserta JKN dapat mendown-load aplikasi Mobile JKN, karena aplikasi ini memiliki fitur yang sangat lengkap dibutuhkan oleh peserta dan bisa diakses dimana saja. Selain itu, pembayaran iuran BPJS Kesehatan kini dilakukan melalui sistem auto debet sehingga peserta dapat terhindar dari penonaktifan kartu JKN. Sementara, jumlah peserta yang mengikuti kegiatan Ngumpul Bareng Sahabat Media, sebanyak 19 wartawan dari berbagai media yang ada di Buleleng.   (dea)