Subak Kali Kembar Desa Baluk Panen Padi Di Hari Tani Nasional

0
14
Subak Kali Kembar, Desa Baluk, panen padi bertepatan dengan Hari Tani Nasional.

JEMBRANA, PERSPECTIVESNEWS– Di Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September, Pemerintah Kabupaten Jembrana terus mendorong petaninya untuk terus berproduksi, bahkan di tengah pandemi Covid-19. Pada pertengahan September 2020, petani di Subak Kali Kembar Desa Baluk, Kabupaten Jembrana mulai panen padi. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Wayan Sutama dalam kesempatan ikut panen mengatakan, tahun ini panennya masih berlangsung. “Untuk September ini, ada panen kurang lebih sekitar 1.300 Ha per bulan September. Di Subak Kali Kembar, Desa Baluk ini, kita melibatkan semua Seke Panen. Di tahun 2020 ini, di Kabupaten Jembrana setiap bulannya ada tanam dan juga ada panen sehingga diprediksi untuk tahun 2020 ini sampai dengan akhir tahun, stok beras dan padi atau gabah di Jembrana diyakini aman,” ungkap Sutama.

“Kami ucapkan selamat untuk para petani dalam peringatan Hari Tani Nasional 2020 ini mampu panen dengan hasil yang menggembirakan. Semoga pertanian di Jembrana semakin maju, mandiri dan modern.” ujar Wayan Sutama.  

Menurutnya, masing-masing subak punya pola dan waktu tanam tersendiri. Bahkan, dalam satu tahun mereka mampu tanam 2-3 kali. Petani di sini sangat menjunjung kearifan lokal sehingga pola tanam sesuai dengan kebijakan subak (kelompok tani). Melalui pola tanam tersebut, masa tanam dan panen di Jembrana bisa berkelanjutan.

 “Karena itu, peran subak sangat penting. Masing-masing subak punya aturan tersendiri. Bahkan, mereka bisa turun (tanam) bersamaan sesuai awig-awig (aturan) subak,” paparnya.

Wayan Sutama mengatakan, padi yang dipanen untuk di Subak Kali Kembar, Desa Baluk ini mencapai luas 42 Ha, untuk hasil panennya diprediksi sekitar 7,5 – 8 ton/Ha untuk gabah kering dan panen sementara untuk harga gabahnya saat ini Rp 4.700/kg (GKP).

Petani Jembrana umumnya menjual padinya langsung ke penebas. Sebagian kecil padi hasil panen tersebut disimpan untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia juga menjelaskan, petani yang panen padi di Jembrana juga memanfaatkan combine harvester besar dan kecil. Bahkan, sebagian petani mulai olah lahan dengan traktor.

“Alsintan yang dikelola subak juga jalan. Agar tak terjadi gejolak sosial, kita juga masih menggunakan tenaga kerja lokal. Subak di Jembrana hampir semuanya menerima bantuan pemerintah berupa Alsintan pra panen maupun pasca panen. Alsintan tersebut dikelola melalui subak karena subak ini merupakan organisasi kemasyarakatan yang langsung berhubungan dengan petani,” katanya.

Wayan Sutama menghimbau agar petani selalu menjaga kewaspadaannya terhadap pandemi corona. Meski terdampak, pertanian tidak boleh berhenti untuk ketersediaan pangan.

“Maka, kita himbau petani tetap bekerja dan jaga kesehatan, jaga jarak dan tetap gunakan masker,” tutupnya.    (putu aryana)