Terancam 6 Tahun Penjara, Polda Bali Tahan Jerinx SID Atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

0
233
Jerinx SID ditahan di Rutan Polda Bali.

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Salah satu personel Superman Is Dead (SID) I Gede Astina alias Jerinx ditetapkan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali sebagai tersangka dugaan pencemaran nama baik Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan ujaran kebencian pada Rabu (12/8/2020).

“Jerinx hari ini sudah kita panggil sebagai tersangka setelah dilakukan gelar perkara, dia hadir dan sudah kami tahan hari ini di Rutan Polda Bali,” ungkap Dir Reskrimsus Polda Bali, Kombes Yuliar Kus Nugroho.

 Kombes Yuliar mengatakan,  dasar penetapan Jerinx sebagai tersangka dilakukan berdasarkan alat bukti yang cukup, ada keterangan saksi, ahli, dan kesesuaian antara keterangan semuanya termasuk barang bukti.

“Bahwa itu terpenuhi unsur delik membuat pencemaran nama baik, penghinaan dan menimbulkan suatu permusuhan kepada IDI, sesuai dengan UU ITE,” ucap Kombes Yuliar.

Dalam perkara ini, pasal yang disangkakan yaitu Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) dan/atau Pasal 27 Ayat (3) jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP, sesuai dengan Laporan Polisi No. LP/263/VI/2020/Bali/SPKT, tanggal 16 Juni 2020 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara dan denda Rp1 miliar.

Penetapan suami Nora Alexandra itu sebagai tersangka terkait postingan di akun Instagramnya @jrxsid. Salah satunya menyebut “IDI Kacung WHO”.

“Kita tahan karena ancaman hukumannya lebih dari lima tahun, dan supaya tersangka tidak menghilangkan barang bukti,” ujar Kombes Yuliar.

 Sebelumnya penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Bali telah melakukan pemeriksaan terhadap drummer band SID ini, dengan memberikan 13 pertanyaan.

Dari hasil pemeriksaan Jerinx yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut diperoleh tiga catatan mendasar. Pertama, dari hasil keterangan, Jerinx memang yang memuat postingan itu. Kedua, dari postingan itu, Jerinx menggugah IDI selaku organisasi profesional untuk mengambil tindakan atas ketidakadilan terhadap rakyat, “rapid test” sebagai syarat layanan ke RS. Ketiga terkait dengan beberapa postingan yang cukup banyak pada 16 Juni 2020. (red)