Covid-19 telah Merenggut 13 Nyawa di Bali, Total Pasien Positif Mencapai 1.414 Orang

Perkembangan Covid-19 di Bali pada Minggu 2uni 2020

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS –  Jumlah pasien Covid-19 yang meninggal dunia di Bali kini mencapai 13 orang setelah Minggu (28/6/2020) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali mengumumkan ada dua lagi pasien meninggal dunia.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, mengatakan dua pasien yang meninggal itu semuanya WNI yang terjangkit melalui transmisi lokal. “Dari 13 korban meninggal, dua orang merupakan WNA,” imbuh Dewa Indra.

GTPP Bali juga mengumumkan bahwa jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di Bali kini mencapai 1.414 orang atau bertambah 45 orang WNI seluruhnya dikarenakan transmisi lokal.

Dewa Indra yang juga Sekretaris Daerah Provinsi Bali ini menyampaikan jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 771 orang atau bertambah 20 orang. Adapun rinciannya terdiri dari 1 WNA (transmisi lokal) dan 19 WNI (1 orang PMI dan 18 orang transmisi lokal).

Pada kesempatan tersebut Dewa Indra juga menyampaikan jumlah pasien positif dalam perawatan atau kasus aktif sebanyak 630 orang yang dirawat di 11 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering.

Terkait transmisi lokal yang terus meningkat, Dewa Indra tidak bosan-bosannya mengingatkan masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, yaitu disiplin pakai masker, rajin cuci tangan di air mengalir atau gunakan hand sanitizer dan selalu jaga jarak.

GTPP Covid-19 Provinsi Bali terus memperketat pintu masuk ke Bali, baik melalui jalur darat, laut maupun udara. Satpol PP bersinergi dengan Dinas Perhubungan, Diskominfos, TNI / Polri dan Pecalang memastikan semua pendatang ke Bali telah memenuhi persyaratan sebagaimana ditentukan.

GTPP Covid-19 Provinsi Bali juga terus melaksanakan sosialisasi dan pembinaan menyasar pedagang-pedagang di pasar tradisional. Hal ini dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang akhir-akhir banyak terjadi di pasar tradisional. (ari)