Latihan Terbuka Atlet Panjat Tebing PON Bali Dihadang Protokol Kesehatan

Atlet Panjat Tebing Bali (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Tim panjat tebing PON Bali yang dihuni 8 atlet nampaknya harus mempertimbangkan dan mempersiapkan dengan matang untuk melakoni latihan teknik dengan menggunakan lintasan out door di lintasan pajat tebing di kawasan GOR Ngurah Rai Denpasar.

“Banyak persyaratan untuk protokol kesehatan yang harus kami lakukan agar atlet PON Bali latihan out door dengan aman. Itu yang menjadi persyaratan yang kadang membuat kami banyak pertimbangan,” ujar pelatih kepala tim panjat tebing PON Bali Suhardi Eka Prasetya Ketika dihubungi, Kamis (25/6/2020).

Banyaknya persyaratan protokol kesehatan yang harus dilakukan tim panjat tebing karena harus melakukan berkali-kali syarat tersebut. Dicontohkannya, untuk lintasan panjat tebing di kawasan GOR Ngurah Rai saat hendak digunakan harus disteril lebih dulu dan disemprot disinfektan.

Tak hanya itu, untuk latihan para atlet PON Bali jika ingin tetap bersih masing-masing atlet harus menggunakan tali sendiri-sendiri.  “Nanti sesudah atau sebelum antara satu atlet dengan atlet lainnya naik di lintasan, masih harus disemprot disifektan lagi,” imbuh pria yang juga Wakil Ketua II Pengprov FPTI Bali itu.

Kendala lain yang tak kalah peliknya, kata Suhardi, adalah jika antara atlet satu dengan lainnya naik dilakukan membutuhkan waktu jeda cukup Panjang, termasuk atlet yang hendak berlatih harus juga badannya disemprot disinfektan. Belum lagi mobilisasi atlet PON yang datang dari luar Denpasar apalagi sekarang ini untuk Denpasar terus bertambah pasien yang positif  corona.

Lantas jika kondisinya demikian, maka kapan akan membentuk sekaligus menentukan delapan atlet yang layak menghuni tim PON Bali? Suhardi tak memungkiri jika untuk menentukan 8 atlet tersebut masih harus dilakukan penilaian saat latihan.

“Memang harus ada penilaian selama latihan untuk para atlet yang nantinya dilihat perkembangan kualitas fisik dan tekniknya selama beberapa bulan ke depan. Kami sih berharapnya virus corona ini cepat berlalu sehingga kami cepat melakukan apa yang kami inginkan itu bisa berjalan,” jelasnya.

Suhardi memperkirakan jika tidak ada halangan maka pada  sekitar bulan September atau Oktober sudah fix 95 persen untuk penghuni tim PON Bali. Tujuannya agar awal tahun depan sudah dijalankan program serius sebagai persiapan awal menghadapi PON XX/2021 di Papua mendatang.  (git)