Suara Asprov PSSI Terpecah Soal Rencana Kompetisi Liga 3

Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana (kanan) dan Sekum Dewa Teges. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Asoasi Provinsi Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) seluruh Indonesia terpecah menyikapi rencana helatan Liga 3, ada yang setuju digelar, namun ada pula yang tidak. Hal itu terungkap tatkala virtual meeting yang dibuka Ketum PSSI Pusat Mochamad Iriawan dengan moderator Plt Sekjen PSSI Pusat Yunus Nusi, Senin lalu.

Virtual meeting diikuti oleh 32 dari 34 Asprov dan untuk Bali diikuti langsung oleh Ketum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana  didampingi Sekum Dewa Teges.

“Peserta virtual meeting ada yang setuju Liga 3 dilaksanakan, namun ada juga yang tidak setuju dengan masing-masing menyampaikan alasannya, karena menggelar kompetisi di tengah pandemi Covid-19, ada protokol kesehatan yang mesti dipenuhi,” ucap Sekum PSSI Bali Dewa Teges, Selasa (23/6/2020).

Asprov PSSI Bali, kata Dewa Teges, sebagaimana disampaikan ketua umum akan senantiasa mendukung segala upaya dan keputusan yang diambil oleh PSSI Pusat terkait Liga 3 tersebut. Ia menambahkan, kebijakan PSSI Pusat mutlak dibutuhkan untuk membantu Asprov, terutama Bali yang pariwisatanya matisuri.

Dewa Teges mengatakan, pada virtual meeting Ketua Umum PSSI Pusat Mochamad Iriawan dalam arahannya menyampaikan, akan ada aspek dan dampak yang terjadi jika Liga 3 dilaksanakan, sehingga sangat perlu memperhatikan protokol Covid-19 agar tidak menjadi bumerang bahwa putaran Liga 3 bisa saja menjadi klaster penyebaran Covid-19 di berbagai daerah.

“Tapi kalau Liga 3 tidak dilaksanakan akan ada dampak juga yaitu terkait suara perwakilan Liga 3 di Kongres Biasa PSSI 2021, dan yang utama adalah mandeknya pembinaan sepak bola di daerah,” demikian Dewa Teges.

Pada virtual meeting itu, Mochamad Iriawan mengatakan sebagai ketua umum dirinya senang kalau Liga 3 dapat bergulir sebagaimana pihak PSSI melanjutkan Liga 1 dan 2.

“Tentu menggulirkan Liga 3 harus mengikuti protokoler kesehatan yang ada. Kami mengapresiasi kerja keras Asprov untuk kemajuan sepak bola Indonesia. Mereka merupakan ujung tombak PSSI di daerah untuk membina sepak bola terutama pembinaan usia muda,” kata Mochamad Iriawan. (git)