Pasien Positif Covid-19 di Bali Bertambah 37, yang Sembuh 20 Orang

Perkembangan Covid-19 di Bali pada Sabtu 20 Juni 2020. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Pasien positif Covid-19 di Bali terus merangkak naik, dimana pada Sabtu 20 Juni 2020 bertambah 37 orang sehingga total menjadi 1.013 orang. Begitu juga yang berhasil sembuh, tercatat sebanyak 20 orang sehingga total terdapat 586 orang sembuh.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra memerinci, tambahan 37 pasien positif semuanya WNI, rinciannya seorang pekerja migran Indonesia, satu emported case Indonesia, dan 35 orang transmisi lokal.

Sedangkan 20 orang pasien yang sembuh semuanya juga WNI terdiri dari 4 orang PMI dan 16 transmisi lokal. Sementara pasien yang meninggal sejumlah 7 orang (bertambah 1 orang WNI, terdiri dari 5 orang WNI dan 2 orang WNA). 

“Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 420 orang yang berada di 11 rumah sakit, dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT Nyitdah dan BPK Pering,” ujar Dewa Indra.  

Jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh transmisi lokal secara komulatif sejumlah 676 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini. 

Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, maka diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita. Semakin kita disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini maka transmisi lokal penyebaran Covid-19 pasti bisa kita hentikan.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapa yang pernah kontak dengan orang positif Covid-19,” demikian Dewa Indra. (ari)