Ny Putri Koster Ajak Kelola Sampah Mulai dari Lingkup Rumah Tangga

Ny Putri Suastini Koster

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster menyebut permasalahan sampah menjadi momok di mana-mana, termasuk di Bali. Kebanyakan sampah yang dihasilkan bersumber dari rumah tangga, sehingga jika pengelolaannya dimulai dari lingkup rumah tangga terlebih dahulu, bisa mengurangi permasalahan secara signifikan.

“Dalam menyelesaikan permasalahan, kita perlu ketahui terlebih dahulu akarnya, jika tidak diselesaikan dari sumbernya dulu maka permasalahan itu terutama tentang sampah akan terus muncul,” ucap Ny Putri Koster ketika menjadi keynote speaker dalam talkshow daring bertajuk ‘Hidup Sehat dan Bernilai Ekonomi melalui Pengolahan Sampah Rumah Tangga dan Pemanfaatan Pekarangan Rumah’ yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Mahasiswa Hindu Dharma Undiknas, Denpasar, Kamis (18/6/2020).

Dalam acara yang dimoderatori oleh Dr Ni Putu Nina Eka Lestari ini, pendamping orang nomor satu di Bali yang lebih akrab dipanggil Bunda Putri itu menyatakan, jika pengelolaan sampah keluarga selain bermanfaat untuk lingkungan, juga bernilai ekonomi untuk keluarga. Jika kita bisa mengolah sampah dan menjadikannya pupuk organic tentu bernilai ekonomis untuk keluarga.

Ia juga mengingatkan pada sekitar 200 peserta webminar yang didominasi oleh mahasiswa untuk terus memperhatikan lingkungan, tidak hanya lingkungan rumah saja.

“Jangan cuma kita berpikir setiap hari memasak, mengumpulkan sampah baik organik maupun bukan dalam satu wadah, setelah itu tinggalkan di luar rumah untuk diangkut. Akan lebih bijak jika kita kelola dulu sebagai bentuk perhatian kita pada lingkungan,” ujarnya dalam webminar yang menghadirkan narasumber Dr AAA Ngr Tini Rusmini Gorda SH MM MH, Ni Putu Nathania Putri Saraswati, Ni Nyoman Santi ST MSc dan Rosa Vivien Ratnawati SH MSD

Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny Putri Koster menyatakan jika organisasi yang dipimpinnya selalu bersinergi dengan pemerintah untuk mensosialisaikan program pemerintah, terutama dalam penanggulangan sampah plastik.

Ia menambahkan, Pemprov Bali melalui inisiatif Gubernur Wayan Koster telah mengeluarkan kebijakan terkait penanggulangan sampah di Bali, yaitu Pergub No. 97 tahun Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan sampah Plastik Sekali pakai, serta Pergub Nomor 47 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber. “Regulasi-regulasi tersebut bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah plastik serta mengelola sampah agar ramah terhadap lingkungan,” jelasnya.

Selain itu, Ny Putri Koster juga berkesempatan menjelaskan salah satu program pokok PKK yang berkaitan juga dengan lingkungan yaitu HATINYA (Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman) PKK. Program ini bertujuan untuk memenuhi pangan keluarga dengan menanam kebutuhan sehari-hari seperti bumbu dan sayuran untuk dikonsumsi keluarga.

“Di masa pandemi Covid-19 ini telah memaksa kita untuk berdiam diri di rumah dan berkumpul dengan keluarga. Kegiatan ini selain bisa memenuhi gizi keluarga, juga bisa mendekatkan kita dengan anggota keluarga,” ujarnya.

Apalagi, ia melanjutkan, jika pengelolaan sampah di rumah tangga sudah baik, maka pupuk organik yang dihasilkan dari pengolahan sampah rumah tangga juga bisa diaplikasikan untuk tanaman di pekarangan rumah. “Maka dari itu, dalam era new normal kali ini, yuk kita kembali ke era lama, dengan lebih mendekatkan diri ke alam, lebih peduli dengan lingkungan serta membawa etos kerja yang tulus dan gigih. Kita lakukan hal-hal kecil yang tidak hanya berguna untuk manusia, tapi juga untuk lingkungan,” katanya. (ari)