Komang Harik Rindu Bertarung, usai Asian Games 2018 Tak Ada Kejuaraan Diikutinya

Komang Harik Adiputra

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Pesilat putra andalan Bali dan Indonesia di nomor laga kelas E, Komang Harik Adi Putra mengaku sangat merindukan arena pertandingan. Sejak Asian Games 2018 di Jakarta dimana dirinya meraih medali emas, nyaris tidak ada kejuaraan yang diikutinya.

Sejak Asian Games tahun 2018 silam praktis tidak ada kejuaraan internasional yang saya ikuti, dan SEA Games 2019 di Filipina, kelas E Putra tidak dipertandingkan sehingga saya tidak memperkuat Merah Putih,” ujar lelaki murah senyum yang langganan meraih medali emas ini, Senin (15/6/2020).

Komang Harik mengaku selama pandemi Covid-19 dimana tidak ada kejuaraan level apapun digelar, dirinya hanya monoton latihan mandiri di rumah, tanpa adu tanding ataupun sparring partner dengan pesilat lainnya. Hal ini lantaran masa pandemi Covid-19 semua atlet Pelatda Bali diwajibkan berlatih di rumah masing-masing.

“Selama pandemi saya jaga kondisi saja di rumah. Kalau untuk latihan tandem latihan (sparring partner), sih belum ya. Skipping dikombinasi dengan gerakan-gerakan, sehingga perlu berlatih sparring jika nanti kondisinya sudah kondusif,” ujar ASN di Pemkot Denpasar ini.

Ditanya rencana ke depan dengan diterapkannnya kehidupan normal baru, pesilat Bali kelahiran 14 Oktober 1994 itu mengatakan saat ini dirinya hanya fokus mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021. Ia juga mengaku diundurnya PON ke tahun depan, menjadi keuntungan tersendiri baginya. “Jadi Persiapannya lebih maksimal, terlebih untuk event Internasional tidak ada,” ujarnya menambahi.

Tentang peta kekuatan lawan di PON mendatang, Komang Harik mengaku masih belum terlihat. Selain karena pandemi, kejuaraan juga tidak ada dan pesilat daerah lain juga belum pada berlatih. Kini tinggal bagaimana nantinya upaya dirinya bertanding penuh motivasi untuk mempersembahkan medali emas bagi Bali di PON XX/2021.

Menanggapi kerinduan para atlet untuk berkompetisi di medan laga, Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Bali Nyoman Yamadhiputra memaklumi kondisi tersebut. Kompetisi, menurutnya, merupakan bagian integral bagi para atlet untuk mengukur sejauh mana kesuksesan pembinaan yang telah dilakukan.

Khusus untuk pesilat Komang Harik Adiputra, Yamadhiputra yang juga Sekum IPSI Bali melihat potensinya cukup besar untuk mempertahankan prestasi di arena PON. Terlebih bila melihat kedisiplinan berlatih, pesilat kebanggaan Bali itu masih tetap konsisten dan giat berlatih secara mandiri. (zil)