Peduli Dampak Covid 19 pada Sulinggih dan Pecalang, Jagabaya Dulang Mangap Bagikan APD dan Sembako

0
21
Penyerahan bantuan oleh Pimpinan Wilayah BRI Bali Ida Bagus Ketut Subagia secara simbolis kepada Ketua Jagabaya Dulang Mangap Provinsi Bali Kadek Agus Suartana, SH untuk selanjutnya diserahkan ke Pengurus Jagabaya Dulang Mangap Buleleng diwakili Ketut Supandra,SPd.

Buleleng, PERSPECTIVESNEWS – Mencegah meluasnya pandemi Covid-19 di Bali, berbagai pihak bergotong royong bekerja memutus mata rantai Covid-19. Tak ketinggalan organisasi masyarakat Jagabaya Dulang Mangap Kabupaten Buleleng melakukan berbagai aksi.

Setelah sebelumnya melaksanakan spraying disinfektan di beberapa kecamatan se-Buleleng dan gerakan donor darah, Jagabaya Dulang Mangap Kabupaten Buleleng kembali bergerak membagikan sembako dan alat pelindung diri (APD) kepada para pecalang.

“Bantuan berupa paket sembako dan APD merupakan kerja sama dengan Komisaris Bank Rakyat Indonesia (BRI)  Bali,” jelas Ketua Jagabaya Dulang Mangap (JDM) Kabupaten Buleleng Putu Pasek Agung Dibia Atmaja SE.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Pura Asem Kembar Desa Tukadmungga Kecamatan Tukadmungga Kabupaten Buleleng. Penyerahan dilakukan Pimpinan Wilayah BRI Bali Ida Bagus Ketut Subagia secara simbolis kepada Ketua Jagabaya Dulang Mangap Provinsi Bali Kadek Agus Suartana, SH untuk selanjutnya diserahkan ke Pengurus Jagabaya Dulang Mangap Buleleng diwakili Ketut Supandra,SPd selaku Wakil Ketua JDM Buleleng.

Hadir pula Ida Pandita Mpu Nabe Dharma Mukti Sidha Kerti dari Gria Amla Buana Arum Sari Tukad Mungga dan Gede Pasek Suardika, SH, MH, selaku DPP Jagabaya Dulang Mangap.

Bantuan sembako sebanyak 450 paket akan disalurkan kepada sulinggih, para lansia dan disabilitas sedangkan bantuan APD berupa masker, latex gloves, biskuit, hand sanitizer, vitamin dan susu dibagikan kepada para pecalang.

Ketua JDM Buleleng Putu Pasek Agung Dibia Atmaja SE menyatakan dipilihnya pecalang sebagai penerima bantuan mengingat peran dan tugas mereka sangat strategis dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.  “Pelibatan desa adat dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 menjadi kearifan lokal Bali yang cukup efektif,” jelas aktifis mahasiswa Hindu ini.

Menurutnya, warga adat masih tunduk dan patuh pada aturan dan perangkat desa adat termasuk pecalang. Sehingga melibatkan desa adat dan pecalang maka partisipasi warga akan lebih baik dan lebih efektif dalam mematuhi himbauan dan upaya-upaya pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Sementara paket sembako disalurkan kepada para sulinggih, lansia dan kaum disabilitas. Penyaluran bantuan kepada para sulinggih sebagai wujud rasa hormat kepada para pemimpin umat tersebut. Sedangkan penyaluran kepada pada lansia dan kaum disabilitas dilakukan karena mereka adalah kelompok paling rentan yang terdampak Covid-19.

Alumni Smansa Singaraja angkatan 1992 ini ini menyambut baik dan merasa terhormat mendapat kepercayaan dari lembaga keuangan nasional untuk terlibat dalam aksi sosial pemberantasan Covid-19.

“Bantuan ini akan sangat bermanfaat bagi para pecalang yang menjadi salah satu garda terdepan pemberantasan virus bersama aparat Kepolisian dan TNI serta aparat Pemda,” tegasnya.

Sementara itu Pimpinan Wilayah BRI Bali Ida Bagus Ketut Subagia menyatakan pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini sangatlah memukul kalangan masyarakat bawah dan UMKM. “Bank BRI sebagai partner masyarakat dan UMKM  tergerak melakukan kegiatan sosial ini sebagai tanggung jawab sosial kami,” tegas pria yang akrab disapa Pak Bagus ini.

Jagabaya Dulang Mangap adalah organisasi Pasemetonan Pasek yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi dan kemasyarakatan yang eksis di seluruh kabupaten kota di Bali dan beberapa propinsi di luar Bali. (rls)