Lagi, 33 Pedagang Pelataran Pasar Kumbasari Dilakukan Swab Test

0
16
Sebanyak 33 pedagang di Pelataran Pasar Kumbasari jalani swab test, Jumat (12/6/2020). (FOTO: hms)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Sebanyak 33 pedagang di Pelataran Pasar Kumbasari Denpasar, dan staf pasar yang pernah kontak dengan pedagang, Jumat (12/6/2020) dilakukan swab test. Ini dilakukan setelah beberapa waktu lalu 19 pedagang di tempat itu positif Covid-19

Swab test dilakukan oleh Gugus Tugas Tugas Percepatan Penanganan covid 19 Kota Denpasar melalui Puskesmas II Denpasar Barat bersama Perumda Pasar Sewakadarma.

Dirut Perumda Pasar Sewakadarma Pasar Badung Kota Denpasar, IB Kompyang Wiranata menjelaskan pelaksanaan swab test ini sebagai tindak lanjut atau screening awal menyikapi beberapa pedagang Pelataran Pasar Kumbasari yang dinyatakan positif Covid-19 sebelumnya. Selain untuk memastikan kondisi kesehatan pedagang sekitar, hal ini juga sebagai upaya menberikan rasa aman dan nyaman serta sehat bagi pengunjung dan pedagang Pasar Kumbasari.

“Setelah berkoordinasi dengan Puskesmas II Denpasar Barat, kami langsung laksanakan swab test untuk pedagang dalam radius 10 meter dari lokasi lapak pedagang yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19,” ujarnya

Gus Kompyang menjelaskan, saat ini lokasi pedagang yang dinyatakan positif Covid-19 untuk sementara ditutup selama 6 hari menunggu hasil tes. “Penutupan ini untuk keamanan dan keselamatan kesehatan bersama,” imbuhnya.

Apabila hasilnya semua negative, kata dia, maka pedagang di sebelahnya bisa dibuka setelah 6 hari. Untuk mensterilkan lokasi dan seluruh areal pasar pihak pengelola pasar melakukan disinfeksi dengan penyemprotan disinfektan setiap hari sehingg lokasi tersebut steril.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai mengatakan, belakangan ini Denpasar  gencar dan masif melakukan tracing dan testing.

“Kami memang saat ini terus secara masif melakuan tracing dan testing terhadap orang yang pernah kontak erat dengan orang yang postif Covid- 19 sehingga bisa lebih cepat dilakukan bloking dan isolasi atau karantina,” kata Dewa Rai.

Secara statistik, kata Dewa Rai, angka kasus Covid-19 kelihatan melonjak tajam, tetapi hal ini sebagai bagian dari strategi untuk mempercepat memutus rantai penularan Covid-19, karena dengan diketahui lebih cepat status orang yang terpapar virus corona akan lebih mudah melakukan bloking, isolasi, karantina dan treatmen bagi yang bersangkutan. (zil)