Pola Porprov Bali Perlu Diubah sehingga Murni untuk Pembinaan Atlet

0
66
Made Darmiyasa

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Porprov Bali yang selama ini dipersepsikan sebagai jenjang event berikutnya seperti PON, hendaknya diubah sehingga tidak rancu karena porprov sesungguhnya mengarah ke pembinaan yang lebih bagus ke depannya, sehingga tak hanya berpatokan mutlak prestasi meski itu juga dibutuhkan.

 Permintaan itu disampaikan Wakil Sekretaris KONI Denpasar Made Darmiyasa. Menurutnya, pola yang perlu diubah, ada beberapa hal seperti atlet Porprov Bali mutlak merupakan atlet yang menjadi acuan untuk berlaga di Pra-PON Bali.

“Ya, jangan dibuat pola seperti atlet berprestasi di Porprov Bali merupakan atlet yang bisa berlaga di Pra-PON atau PON saja karena masih ada event lain yang bisa menjadi pertimbangan semisal event Porjar Bali atau mungkin atlet yang berprestasi di event-event nasional meski di Porprov Bali tak harus juara. Sekarang ini polanya kan masih seperti itu,” ungkap Darmiyasa, Rabu (10/6/2020).

Dicontohkannya juga kalau PON sudah jelas jenjangnya ada, yakni Pra-PON sehingga langkahnya jelas. Sedangkan untuk Porprov Bali sendiri tidak ada pra-porprov. Hal ini yang dinilainya rancu.

“Kalau disebut misalnya jejang di Porprov Bali yakni Porjar Bali itu berbeda karena jenjangnya ada sendiri yakni Popnas. Nah inilah yang perlu diubah polanya jangan anggapannya yang berprestasi di Porprov Bali merupakan atlet yag ke depannya selalu menjadi wakil di Pra-PON maupun PON,” imbuh pria yang juga Ketua Harian Pengkot PBSI Denpasar itu.

Selain itu, dirinya juga mengembalikan soal aturan batas usia atlet yang perlu dibakukan seperti yang dilakukan di Porprov Jawa Timur (Jatim) dimana sudah pasti atlet yang boleh turun maksimal berusia 21 tahun.

“Jadi tidak ada lagi perubahan-perubahan batas usia lagi yang akan menimbulkan pertanyaan juga seperti ketika Porprov Bali ditunda sekarang ini. Pastinya cabor akan bertanya-tanya apakah dengan penundaan Porprov Bali setahun maka batas mutasi juga turut mundur. Kalau batasan sudah jelas maka ditundanya Porprov Bali tidak akan menimbulkan pertanyaan lagi,” urai Darmiyasa.

Selain sangat bagus dengan aturan yang dilakukan di Porprov Jatim soal batasan usia muda semua cabang olahraga (cabor) maka akan memunculkan atlet muda berprestasi, yang ke depannya turut mengikuti jejak seniornya. Utamanya unsur pembinaan dan prestasi atlet muda juga turut berjalan. (git)