Karateka Jawa dan Sumatera Wajib Diwaspadai Bali di PON Papua

Ardy Ganggas

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Ada dua pulau yang dianggap menjadi sentra cabang olahraga karate Tanah Air sehingga harus diwaspadai oleh karateka Bali di ajang PON XX/2021 mendatang di Papua. Dua pulau tersebut yakni Jawa dan Sumatera.

Bahkan, menurut Sekretaris Umum Pengprov FORKI Bali Ardy Ganggas, dalam setiap gelaran level nasional, karateka Pulau Jawa dan Sumatera selalu tampil dominan. Tak heran bila Ardy Ganggas mewajibkan karateka Bali mewaspadai karateka dari dua pulau tersebut di PON nanti.

“Kalau rival di Pulau Jawa secara umum datangnya dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah sedangkan kalau provinsi yang menonjol berasal dari Pulau Sumatera seperti Sumatera Utara dan Sumatera Selatan,” ungkap Ardy Ganggas, Kamis (11/6/2020).

Pertimbangan khususnya untuk provinsi di Pulau Jawa karena memang sebagian besar daerah tersebut memiliki mantan maupun karateka aktif yang menjadi juara nasional sehingga menjadi motivasi tersendiri bagi para karateka PON daerahnya.

“Selain itu mereka ditunjang dengan banyaknya event atau kejuaraan yang digelar di Pulau Jawa yang sangat penting dalam mendongkrak segala hal mulai dari fisik, teknik, mental maupun jam terbang bertanding. Tapi jika di provinsi tersebut memiliki karateka nasional, namun Bali sepanjang masa selalu memiliki karateka nasional sejak masa saya tahun 1989 -1995 sampai sekarang ini,” terang pria yang juga Kabid Binpres PB. FORKI itu.

Ardy Ganggas yang sekarang juga merupakan Technical Delegate (TD) untuk cabang olahraga (cabor) karate di PON Papua mendatang itu juga menjelaskan jika target yang dipancang FORKI Bali satu emas bisa saja bertambah di PON Papua nantinya.

“Satu emas pastinya akan disumbangkan Cokorda Istri Agung Sanistya Rani atau Coki di nomor kumite putri kelas 55 kg karena peringkatnya tertinggi di nasional, Asia Tenggara bahkan di Asia termasuk memiliki ranking bagus di dunia. Sedangkan untuk kemungkinan besar tambahan emas itu tidak bisa kami utarakan dulu,” sebut Ardy Ganggas.

Pria yang juga pengurus KONI Bali tersebut enggan untuk mengutarakan peluang emas tambahan di PON Papua tersebut karena itu bagian dari taktik dan strategi.

“Biar Coki saja yang besar sekarang ini sehingga akan membuat down mental lawannya nanti sehingga mudah meraih emas. Kalau soal tambahan peluang emas di kelas atau di nomor apa kami sembunyikan dulu karena ini taktik dan strategi,” demikian Ardy Ganggas. (yus)