Meresahkan, Satpol PP Kota Denpasar Amankan Dua Orang Pelaku Pemalakan

Satpol PP Kota Denpasar amankan pemalak yang meresahkan. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Satpol PP Kota Denpasar melakukan penertiban terhadap dua pemalak yang beroperasi di sepanjang toko di Jalan Gajah Mada Denpasar pada Rabu (10/6/2020).

Penertiban ini dilakukan setelah pihak Satpol PP menerima pengaduan beberapa karyawan dan pemilik toko di sepanjang Jalan Gajah Mada Denpasar. Demikian disampaikan Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga.

Dewa Sayoga mengatakan, beberapa pemilik toko yang pernah dipalak mengaku pelaku atas nama Ketut Dana Asal Sangsit Singaraja dan Kadek Ardika Asal Banjar Batu Culung Desa Kerobokan Badung, melakukan pemalakan dengan modus mabuk nyelonong masuk toko langsung minta uang atau sesuatu ke pedagang. Bahkan aksi tersebut berulang kali dilakukan pelaku.

Ketika pelaku sedang beraksi melakukan pemalakan salah satu pegawai di toko kopi shop di Jalan Gajah Mada, pemilik toko langsung melapor ke Petugas Satpol PP. Saat itu juga Petugas Satpol PP yang sedang berpatroli di Jalan Gajah Mada langsung menuju kelokasi, ternyata laporan itu benar sehingga pelaku langsung ditangkap dan diamankan ke Kantor Satpol PP Kota Denpasar.

“Saat penangkapan, petugas hanya menemukan satu orang pelaku, setelah diamankan diminta keterangan pelaku menunjuk satu temannya lagi sehingga kedua pelaku hari ini juga telah kami amankan di Kantor Satpol PP Kota Denpasar dan masih dalam pemeriksaan penyidik,” ungkap Dewa Sayoga.

Menurut Sayoga, di saat pandemi Covid-19 dua orang ini sangat meresahkan masyarakat  serta melanggar Perda No 1 Tahun 2015 tentang ketertiban umum. Maka pihaknya akan melakukan penyidikan dan pemeriksaan secara mendalam  berapa orang yang telah menjadi korban dan modus yang dilakukan.

Dewa Sayoga tidak menutup kemungkinan kasus ini lebih lanjut akan dikembangkan dan dilanjutkan ke pihak kepolisian. Meskipun dalam Perda No. 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum bisa dilakukan sidang tipiring karena dalam perda tersebut ada membahas kasus seperti ini.

“Jika korban pemalakan yang dilakukan sangat banyak, maka kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Semoga dengan kasus ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat yang hendak berbuat tidak baik di Kota Denpasar tidak coba coba melakukan tindakan serupa,” tegas Dewa Sayoga. (ari)