Kasus Positif Covid-19 di Bali Bertambah 14 Pasien, 12 Orang Transmisi Lokal

Grafis perkembangan Covid-19 di Bali pada Selasa 9 Juni 2020. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Dalam waktu tiga hari berturut-turut orang terpapar virus Corona (Covid-19) di Bali penambahannya sangat mengkhawatirkan.  Selasa (9/6/2020), sebanyak 14 pasien baru Covid-19 menjadikan Bali secara kumulatif terdapat 608 orang positif Covid-19.

 Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, 14 pasien baru Covid-19 semuanya WNI dengan rincian 2 orang PMI dan 12 orang transmisi lokal.

Sedangkan pasien yang sudah sembuh, tambah Dewa Indra sebanyak 32 orang sehingga total menjadi 409 orang. Mereka yang sembuh itu seorang adalah WNA dan 31 WNI dengan rincian 15 PMI, 2 imported case Indonesia dan 14 orang transmisi lokal.

“Untuk jumlah pasien yang meninggal sejumlah 5 orang, dan jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 193 orang berada di 12 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas dan BPK Pering,” ucap Dewa Indra.

Dikatakan, jumlah angka positif karena transmisi lokal terus meningkat tajam. Secara komulatif saat ini sudah berjumlah 313 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Dewa Indra juga mengatakan, Gubernur Bali telah mengeluarkan Imbauan Gubernur Bali Nomor: 215/Gugascovid19/VI/2020 tanggal 8 Juni 2020 yang antara lain mengimbau peserta didik tetap belajar di rumah, melarang kegiatan keramaian termasuk tajen, melarang operasional dan aktivitas obyek wisata, hiburan malam, dan kegiatan lainnya yang melibatkan banyak orang.

“Imbauan ini juga mengatur kegiatan adat dan agama hanya boleh dilaksanakan dengan melibatkan paling banyak 25 orang. Membatasi perjalanan ke luar Bali, khususnya ke daerah yang masuk zona merah Covid-19, mengurangi aktivitas ke luar rumah. Dalam hal melaksanakan aktivitas ke luar rumah, agar dengan tertib dan disiplin mengikuti protokol pencegahan Covid,” katanya.

Mengingat transmisi lokal Covid-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, diminta seluruh masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat bersatu padu menguatkan disiplin dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yg pernah kontak dekat dengan orang yang positif Covid-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi Covid-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” pungkasnya. (ari)