PSSI Berharap Agar Liga 3 Wilayah Bali Tidak Dipaksakan Tahun Ini

Perseden Denpasar saat mengalahkan Perslobar 2-1 di ajang Liga 3 Regional Bali-Nusra, Sabtu (23/11/2019) di Stadion Gelora Samudra Kuta. (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali melontarkan opsi bahwa gelaran Liga 3 Provinsi Bali sangat ideal bila dihajat tahun 2021.  Sebab, pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda bakal berakhir, menjadi kendala tersendiri dalam mempersiapkan segala sesuatunya bila dilaksanakan tahun ini. Selain itu, tim-tim peserta juga kesulitan mempersiapkan pemain.

Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana mengatakan, dirinya telah menyampaikan kepada salah satu pengurus PSSI Bali, kalau Liga 3 level provinsi di gelar tahun ini, maka Bali akan kesulitan melakukannya dalam segala hal.

“Ya saya sudah sampaikan semua itu ke pengurus PSSI Pusat kalau Bali kini masih kesulitan dalam sisi pariwisata sehingga berdampak kepada perekonomian yang memang berimbas juga terhadap pendanaan klub peserta Liga 3 level provinsi. Termasuk juga dalam sisi pendanaan untuk memutar kompetisi itu sendiri,” tutur Suardana ketika dihubungi Minggu (7/6/2020).

Dijelaskannya, tak hanya dana untuk klub dan kompetisi saja melainkan juga untuk mempersiapkan segala hal yang dilakukan klub-klub dalam membentuk timnya masing-masing. Tak terkecuali dengan waktu yang sangat mepet untuk tahun ini.

“Sekarang kan Bali masih mati suri di sisi pariwisata sehingga butuh kebangkitan kembali setelah pandemi Covid-19 ini berakhir meski sebenarnya kita juga tidak tahu kapan berakhirnya. Intinya klub kesulitan dana, dan kami juga kesulitan dana dari sisi penyelenggaraan. Ya lebih baik tahun depan saja diputar,” aku Suardana.

Meski demikian, jika PSSI Pusat memaksakan kompetisi tersebut diputar disebutkannya bisa saja tapi segala pendanaan untuk menyelenggarakan kompetisi dan pendanaan klub-klub harus disubsidi oleh PSSI Pusat.

“Ya habis bagaimana lagi karena klub Liga 3 level provinsi sebagian besar klu-klub peserta dibiayai oleh perorangan dan sangat kesulitan dalam mencari sponsor untuk timnya. Apalagi dalam kondisi seperti sekarang ini. Rasanya memang sulit kompetisi diputar jika tidak ada subsidi dana dari PSSI Pusat,” terang Suardana.

Dirinya juga menegaskan secara teknis untuk waktu gelaran juga sangat mepet apalagi kalau dilanjutkan sampai ke level nasional atau sampai juara dan promosi ke Liga 2.

“Liga 1 saja masih diusulkan gelarannya nanti apalagi Liga 3 level provinsi. Makanya idealnya tahun ini lebih baik recovery dulu saja untuk perekonomian sehingga untuk tahun depan klub-klub bisa melakukan persiapan lebih matang lagi,” pungkas Suardana. (yus)