Pasien Positif Covid-19 di Bali Bertambah 25 Orang Terdiri dari 23 WNI dan 2 WNA

Kasus Covid-19 di Bali pada Minggu, 7 Juni 2020. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Pasien positif Covid-19 di Bali Kembali bertambah pada Minggu (7/6/2020) sebanyak 25 orang. Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyebut, mereka terdiri dari 23 orang warga negara Indonesia dan 2 WNA.

Dengan tambahan itu kini jumlah kumulatif pasien positif menjadi 582 orang, sedangkan yang sembuh bertambah 2 orang WNI transmisi lokal sehingga menjadi 373 orang pasien sembuh.

“Untuk penambahan 25 orang positif Covid-19 penularannya semua merupakan transmisi lokal, baik itu yang WNA maupun WNI,” kata Dewa Made Indra sembari menambahkan pasien meninggal tetap 5 orang.

Dikatakan Dewa Made Indra, jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyak 204 orang berada di 12 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas dan BPK Pering. Ditambahkan, jumlah angka positif transmisi lokal terus meningkat tajam, secara komulatif saat ini sudah berjumlah 292 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Untuk itu Dewa Indra memohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. “Mengingat transmisi lokal memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, diminta kepada seluruh masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Semakin disiplin dalam pelaksanaan pencegahan, maka transmisi lokal pasti bisa dihentikan.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerja sama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” pungkasnya. (ari)