Pasien Positif Covid-19 di Bali Bertambah 33 Orang, Pasien Sembuh Bertambah 2 Orang

Perkembangan Covid-19 di Bali pada Sabtu 6 Juni 2020. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Bali mencatat angka pertambahan positif Covid-19 cukup tinggi, yakni 33 orang pada Sabtu (6/6/2020) sehingga secara kumulatif angka positif menjadi 557 orang. Sedangkan pasien sembuh hanya bertambah 2 orang.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan dari 33 orang tambahan positif tersebut 31 orang WNI (2 orang PMI, 11 orang Imported Case Indonesia, 18 orang transmisi Lokal) dan 2 orang WNA.

“Sedangkan dengan adanya 2 orang pasien sembuh yang semuanya WNI transmisi lokal, maka jumlah pasien yang telah sembuh di Bali tercatat 371 orang,” kata Dewa Made Indra dan menambahkan pasien meninggal tetap 5 orang.

Dewa Indra mengatakan, kini jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) sebanyal 181 orang berada di 8 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering. Ia menambahkan, jumlah angka positif di Bali untuk transmisi lokal terus meningkat, secara komulatif berjumlah 263 orang.

Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya. Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini.

Untuk itu Dewa Indra memohon pengertian masyarakat untuk mematuhi peraturan dan lebih baik tetap di tempat. “Mengingat transmisi lokal memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, diminta kepada seluruh masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan Covid-19,” imbuhnya.

Ia mengingatkan agar masyarakat selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Semakin disiplin dalam pelaksanaan pencegahan, maka transmisi lokal pasti bisa dihentikan.

“Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerja sama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” pungkasnya. (ari)