Semua WNI, Pasien Positif Covid-19 di Bali Bertambah 14 Orang, Sembuh 5 Orang

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS  Perkembangan terbaru kasus Covid-19 hingga Jumat (5/6/2020) tercatat ada penambahan pasien positif sebanyak 14 orang sementara sembuh 5 orang, semuanya WNI.

Hal ini disampaikan Pemerintah Provinsi Bali melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Disampaikan juga, dalam update disebutkan jumlah kumulatif pasien positif 524 orang (bertambah 14 orang WNI, terdiri dari 5 orang PMI dan 9 orang Transmisi Lokal), jumlah pasien yang telah sembuh sejumlah 369 orang (bertambah 5 orang WNI, terdiri dari 1 orang PMI, 1 orang Imported Case Indonesia dan 3 orang Transmisi lokal).

Sementara jumlah pasien yang meninggal sebanyak 5 orang. Jumlah pasien positif dalam perawatan (kasus aktif) 150 orang yang berada di 8 rumah sakit dan dikarantina di Bapelkesmas, UPT RS Nyitdah dan BPK Pering. 

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra mengatakan, jumlah angka positif di Bali makin bertambah. Bahkan dari sisi transmisi lokal komulatif telah mencapai jumlah 245 orang. Hal ini berarti masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

“Untuk itu, sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini,” jelas Dewa Indra. 

Bahkan Gubernur Bali mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 730/9899/MP/BKD tentang Sistem Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Instansi Pemerintah yang bertujuan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi berjalan efektif dalam mencapai kinerja instansi;  memastikan pelaksanaan pelayanan publik dapat berjalan dengan efektif; dan  mencegah dan mengendalikan penyebaran serta mengurangi risiko Covid-19 di Lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali.

Yang boleh melakukan perjalanan, lanjut Dewa Indra, hanya untuk angkutan logistik, kesehatan, diplomatik, tugas lembaga tinggi negara serta angkutan logistik penanganan Covid-19. Hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mewajibkan setiap orang yang akan memasuki Provinsi Bali melalui bandara bagi Kru Pesawat Udara cukup dipersyaratkan dokumen rapid test negatif yang berlaku 7 hari sejak penerbitannya.

ASN / TNI / Polri dalam rangka penugasan karena sesuatu hal tidak bisa mendapatkan PCR test di perbolehkan dengan dokumen Rapid Test Negatif yang masih berlaku sementara bagi calon panumpang dari suatu wilayah / daerah yang tidak ada fasilitas pelayanan PCR test, boleh dengan dokumen rapid test dengan surat pernyataan bersedia di SWAB PCR test dan karantina dengan biaya dari yang bersangkutan.     (git)