Lagi, Jaksa Kembalikan Berkas Kasus Ngaben Massal Desa Sudaji kepada Polisi

0
20
Putu Eka Sabana Putra. (FOTO: ist)

Singaraja, PERSPECTIVESNEWS –  Penyidik Kejaksaan Negeri Buleleng mengembalikan berkas perkara ngaben massal di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng dengan tersangka Gede Swardana selaku ketua panitia, kepada penyidik kepolisian.

Dikembalikannya berkas penyidikan (P-19) tersebut karena belum terpenuhinya dua alat bukti yang sah secara hukum baik formil maupun materil yang disangkakan kepada Gede Suwardana. Gede Suwardana ditetapkan oleh penyidik Polres Buleleng karena diduga melanggar Undang Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dimana saat pandemi Covid-19 menggelar ngaben massal.

Sebelumnya JPU Kejari Buleleng juga telah mengembalikan berkas tersangka (P-18) dengan memberikan petunjuk kepada penyidik Satreskrim Polres Buleleng untuk melengkapi berkas-berkas penyelidikan.

Ketua Tim JPU Kejari Buleleng Putu Eka Sabana Putra seizin Kajari membenarkan pihak jaksa penutut umum (JPU) telah mengembalikan berkas penyidikan atas penetapan tersangka Ketua Panitia Pengabenan massal Desa Sudaji atau P-19.

Menurutnya, JPU diberikan kewenangan sebagaimana diatur dalam KUHP memiliki batas waktu 7 hari untuk mengembalikan berkas kepada penyidik kepolisian. “Hari ini penyidik Polres Buleleng telah mengambil petunjuk sebagai tindak lanjut atas kasus tersebut,” jelas Putu Eka Sabana Putra yang juga Plh Kasi Pidum, Jumat (6/5/2020).

Menurutnya, berkas perkara kasus pengabenan massal Sudaji dikembalikan karena belum terpenuhi dua alat bukti yang sah  baik formil maupun materil termasuk subtansi pasal yang disangkakan.

Putu Eka Sabana merinci, sejumlah pokok hukum yang tidak memenuhi persyaratan dalam berkas penyidikan di antaranya, keterangan saksi, surat, keterangan ahli, alat bukti tersangka atau terdakwa melawan petugas. ”Melihat sejumlah catatan itu berkas belum lengkap kasus Sudaji dikembalikan dan kami tidak bisa melanjutkan perkara penuntutan atas penetapan tersangka,” sambungnya. 

Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto saat dikonfirmasi membenarkan berkas kasus sudaji dikembalikan JPU. Menurut AKP Vicky, ia selanjutnya akan melengkapi berkas-berkas penyidikan seperti yang diminta JPU. ”Benar P-19, dan kami tentu akan melengkapinya sebagaimana petunjuk dari kejaksaan,” tandasnya.

Sebelumnya,penyidik Satreskrim Polres Buleleng telah menyerahkan berkas perkara tindak pidana terkait Covid-19 ngaben massal di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan dengan tersangka Gede Suwardana kepada Kejaksaan Negeri Buleleng.

Penyerahan berkas penyidikan merupakan tindak lanjut atas bergulirnya proses hukum setelah Gede Suwardana ditetapkan sebagai tersangka karena dianggap melakukan pelanggaran terhadap protokol Covid-19.

Ia diduga melanggar Pasal 14 ayat (1) UU RI No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman pidana paling lama 1 tahun penjara, dan/atau Pasal 93 UU RI No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dengan ancaman hukuman pidana paling lama 1 tahun penjara dan/atau denda maksimal Rp100 juta. (red)