Ketua Dekranasda Provinsi Bali Motivasi Perajin agar Tak Mati Suri di Masa Pandemi Covid-19

0
18
Ny. Putri Koster

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS– Ketua Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster memotivasi agar perajin di Bali tidak mati suri di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini belum mereda.

Segala bentuk upaya terus dilakukan Dekranasda Bali yang bersinergi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, mulai dari pendampingan agar perajin tidak putus asa dan kehilangan semangat, pembinaan dalam menciptakan motivasi baru sekaligus ikut berlomba mengambil alih peluang yang ada, terutama penyediaan masker saat pandemi yang memang sedang dibutuhkan semua orang.

Hal ini disampaikannya saat didaulat sebagai narasumber yang mengangkat tema “Memberdayakan Perajin di Masa Pandemi Covid-19”, di Denpasar, Kamis (4/6/2020).

Ny. Putri Koster mengatakan, tugas Dekranasda kepada pelaku UMKM saat pandemi ini dipadukan dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, terus mengawal perajin Bali mulai dari sebelum industri dikerjakan, setelah produk jadi hingga pada pemasaran yang disalurkan kemana saja.

“Dengan memastikan pengantaran produk, hasil produk kesenian dan hasil perajin seniman akan di pamerkan melalui fashion show dengan melibatkan para pemilik karya dan modelnya, dengan maksud memperkenalkan produk kesenian dan inovasi terbarunya yang nantinya akan disampaikan kepada konsumen,” ungkapnya.

Agar lebih leluasa memperkenalkan produk lokal, maka Dekranasda Bali yang tahun lalu sempat masuk ke dalam lima (5) besar Pembina Teladan Dekranas Award 2019, memilih aktif melaksanakan pameran produk kerajinan di daerah Bali dan mengundang buyer untuk datang langsung dan mengenal serta melihat langsung produksi lokal dari perajin yang ada.

Dekranasda Bali memiliki banyak jenis produksi mulai dari aksesoris, lukisan, hingga kerajinan home made, dengan konsep mengalir dari kita untuk kita, maka pada waktu ke depan Bali diharapkan menggunakan pruduksi daerahnya sendiri. Selain itu di saat pandemi ini diharapkan menjadi momentum lebih mengenal warisan budaya leluhur.

Ketua Dekranasda Bali memiliki keinginan gebrakan untuk kembali mengamankan dan melestarikan produk lokal kita, khususnya dengan mengutamakan bahan yang bagus sehingga memiliki kualitas tinggi sehingga mampu mengangkat harga di tengah persaingan global ini. Keringanan ini menjadi hal utama yang akan dilakukan oleh Ny. Putri Suastini Koster selaku Ketua Dekranasda Bali.

“Jika berbicara kualitas maka perajin ditekankan untuk mengingat penggunaan bahan dan sasaran pemasaran ke depan, sehingga kualitas mampu menentukan harga jual,” ungkap Ny. Putri Koster.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 yang mematikan hampir seluruh sektor perekonomian, pihaknya bekerjasama dengan Dekranasda Bali berupaya mengelola bangkitnya perajin bukan hanya dari satu sektor saja, tetapi dari empat lini baik itu pariwisata, koperasi, pertanian dan juga IKM, sehingga pembangunan industri di Bali ini terus melaju dan berkembang yang tidak lupa harus disesuaikan dengan pelestarian budaya dengan menghasilkan produk yang berkualitas. Selain itu kebutuhan pasar juga harus menjadi hal penting untuk diketahui sebelum memproduksi barang kerajinan dengan maksud dapat disesuaikan dengan produksi perajin.

“Contohnya penggunaan kain songket oleh warga di wilayah tertentu, dengan bahan benang hasil pemintalan lokal mengutamakan kualitas dan warna yang cerah sehingga warga dan daerah tersebut memiliki identitas tersendiri dan lain dari daerah yang lainnya”, imbuh Ny. Putri Koster.   (git)