Kasus Positif Covid-19 di Kota Denpasar Didominasi Usia 18-45 Tahun

Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS – Perkembangan kasus Covid-19 di Kota Denpasar saat ini memang masih fluktuatif. Kendati jumlah pasien sembuh jauh melampaui jumlah pasien yang dirawat, kewaspadaan masyarakat juga harus tetap ditingkatkan. Hal ini mengingat Kota Denpasar belum sepenuhnya terbebas dari penyebaran dan penularan Covid-19.

Walikota Denpasar yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra saat ditemui usai menyaksikan penyerahan bantuan sembako PGRI Denpasar Kamis (29/5/2020), menjelaskan bahwa kasus Covid-19 hingga saat ini memang belum ditemukan vaksinnya. Dimana, cara sederhana yang dapat dilakukan adalah dengan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Jadi, selain tenaga medis, masyarakat lah yang nantinya juga menjadi ujung tombak dan garda terdepan dalam pencegahan Covid-19 ini, yaitu dengan lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Rai Mantra  menguraikan, berdasarkan penelitian Balitbang Kota Denpasar, sebaran kasus Covid-19 didominasi oleh usia produktif. Dimana, sebagian besar mereka berada pada rentang usia 18-45 tahun. Kendati ada juga usia balita serta lanjut usia yang juga terjangkit.

 “Berdasarkan data, umur 18-45 tahun masih mendominasi kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar, namun balita dan lansia juga ada yang terjangkit, inilah yang harus kita waspadai bahwa virus Covid-19 ini bisa menyerang siapa saja,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Denpasar, adapun kelompok usia 18-45 tahun berada pada kisaran 48,3 persen, untuk usia 45 tahun ke atas berada pada kisaran 21,83 persen, sedangkan sisanya merupakan masyarakat yang berada pada rentang usia 18 tahun ke bawah, yakni sebanyak 29,87 persen dari seluruh jumlah penduduk Kota Denpasar yang mencapai angka 800 ribu jiwa lebih.

“Memang seluruh masyarakat rentan tertular, namun demikian saat ini kasus Covid-19 didominasi usia 18-45 tahun yang merupakan usia produktif, sehingga semua pihak harus waspada. Diperlukan kesadaran dan kedisiplinan yang tinggi,” ujar Rai Mantra.

“Hal ini tentu menjadi perhatian bersama karena rata-rata usia produktif memiliki aktivitas yang relatif padat di masyarakat, sehingga memiliki potensi kontak erat yang tinggi, jadi kuncinya mari bersama terapkan protokol kesehatan kapan pun dan di manapun, serta melaksanakan beragam upaya untuk meningkatkan imunitas tubuh, karena fokus kita saat ini adalah bagaimana mendukung percepatan penanganan Covid-19 ini,” pungkasnya. (ari)