KONI Bali Tak Keberatan jika Ada Atlet Ingin Latihan di Luar Rumah

Ketut Suwandi (FOTO: dok)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali tidak masalah jika ada atlet yang ingin berlatih di luar rumah (outdoor) sepanjang tetap mematuhi protokol Kesehatan Covid-19 dan anjuran pemerintah seperti menjaga jarak dan memakai masker.

Bagaimana pun, berlatih sendiri-sendiri di rumah, yang dilakukan atlet PON Bali yang tergabung dalam Pelatda Bali, tentu ada kendala tersendiri yang dihadapi seorang atlet.

Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi mengatakan, protokol kesehatan itu seperti di antaranya menjaga jarak utamanya bagi atlet yang berlatih outdoor serta berjumlah sedikit yang melakukan latihan, serta mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan.

“Kami tidak mempermasalahkan itu karena berolahraga juga sangat bagus untuk menangkal virus corona asalkan atlet yang berlatih jumlahnya tidak banyak. Saya rasa itu bisa diatur oleh cabor itu sendiri dan saya yakin mereka juga menjaga kesehatan,” tutur Suwandi, Rabu (27/5/2020).

Seperti diketahui, beberapa cabor mulai latihan outdoor atau di luar rumah seperti di antaranya bulutangkis yang maksimal latihan dengan 1 atau 2 pebulutangkis PON saja, tim balap motor PON Bali dalam hal ini nomor motocross yang ingin berlatih di sirkuit Tengkudak Tabanan hanya dengan 3 kroser saja serta cabor panjat tebing yang berencana melakukan latihan out door pada bulan depan dengan bergiliran Latihan untuk waktunya dengan 2 atau 3 pemanjat tebing PON di lintasan panjat tebing kawasan GOR Ngurah Rai Denpasar.

“Seperti saya bilang tadi, tidak masalah dengan atlet PON berlatih out door. Contohnya seperti bulutangkis yang maksimal 4 orang kalau berlatih di GOR bulutangkis kan untuk ganda jaraknya cukup jauh dan dibatasi net. Kalau panjat tebing kan bisa diatur untuk latihan jika satu latihan naik lintasan panjat tebing satunya di bawah. Begitu juga untuk motocross kan jelas di lintasan bisa dijaga jarak untuk kendaraannya,” tambah mantan Ketua KONI Badung itu.

Lantas bagaimana jika ada pihak pemerintah seperti Satpol PP menegur? Dikatakan Suwandi jika pelatih dan atlet harus mengutarakan apa yang dilakukannya itu juga memenuhi protokol kesehatan seperti yang dilakukan masyarakat umum.

“Ya contohnya kan masyarakat umum sekarang ini berolahraga dengan bersepeda tapi tidak jumlah banyak dan menjaga jarak termasuk mereka yang melakukan jogging. Terpenting semua dilakukan dengan mengutamakan kesehatan dan kebersihan saja tanpa ada bersentuhan,” pungkas Suwandi. (yus)