Penumpang Pesawat Tujuan Bali Wajib Tunjukkan Hasil Negatif Uji Swab Berbasis PCR

Dewa Made Indra (FOTO:ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Semua penumpang pesawat udara yang baru tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali diwajibkan menunjukkan hasil negatif Uji Swab berbasis PCR, yang dikeluarkan oleh Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah atau Pemerintah Daerah atau Laboratorium lain yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

“Sedangkan bagi calon penumpang yang akan berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali diwajibkan memiliki Surat Keterangan Hasil Negatif Covid-19 dari Uji Swab atau Rapid Test selama-lamanya 7 hari terhitung saat ketibaan di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai,” ujar Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Elfi Amir saat Rakor Virtual Membahas Pemberlakuan Wajib Hasil Swab/PCR Negatif bagi Penumpang Pesawat ke Bali yang digelar Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Kamis (21/5/2020).

Pada rakor yang juga diikuti Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali melalui video conference itu, Elfi juga mengatakan, pada saat calon penumpang membeli tiket pesawat udara, operator penerbangan harus melakukan verifikasi terhadap Surat Keterangan negative Covid-19 tersebut.

Terkait dengan pemberlakuan wajib hasil Swab/PCR negatif bagi penumpang yang tiba di Bandara Ngurah Rai, pihak Otoritas Bandara, kata Elfi ingin memperoleh kejelasan waktu dan mekanisme pemberlakuannya. Sebab, pihaknya banyak mendapat pertanyaan terkait hal ini khususnya dari NTT yang sejumlah wilayahnya memang belum memiliki Lab Uji Swab/PCR. Dalam sesi diskusi muncul pula pertanyaan apakah kru pesawat dan penumpang yang hanya transit juga wajib membawa hasil Swab/PCR negatif.

Elfi Amir mengatakan, ketentuan baru bagi penumpang pesawat yang hendak ke Bali tersebut tertuang dalam Surat Ditjen Perhubungan sebagai respon terhadap Surat Gubenur Bali Nomor 550/3653/Dishub, tertanggal 18 Mei 2020, yang ditujukan kepada Menteri Perhubungan.

Dalam suratnya kepada Menhub, Gubernur Koster menyampaikan enam poin, pertama setiap unit organisasi di jajaran Kementerian Perhubungan yang mengelola pintu masuk wilayah Bali agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat sesuai kriteria Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020.

Kedua, pintu masuk Bali hanya menerima pelaku perjalanan melalui angkutan udara dengan hasil negatif dari uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikeluarkan oleh Laboratorium Rumah Sakit Pemerintah atau Pemerintah Daerah atau Laboratorium lain yang dirujuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Ketiga, pintu masuk Bali menerima pelaku perjalanan melalui penyeberangan dan angkutan laut, minimal dengan hasil negatif dari uji Rapid Test yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pemerintah atau Pemerintah Daerah atau Dinas Kesehatan atau pihak lain yang berwenang.

Keempat, masa waktu berlakunya surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari uji swab atau Rapid Test selama-lamanya tujuh hari terhitung saat ketibaan pada pintu masuk Bali.

Kelima, pelaku perjalanan harus memiliki surat keterangan yang dimaksud saat membeli tiket pesawat udara, angkutan penumpang, penyeberangan, dan angkutan laut untuk diverifikasi oleh petugas khusus yang ditunjuk oleh pengelola maskapai, perusahaan angkutan orang, dan pengelola penyeberangan atau pelabuhan.

Dan keenam, pelaku perjalanan yang berencana masuk Bali berkewajiban mengisi form aplikasi terlebih dahulu yang dapat diakses pada alamat https://cekdiri.baliprov.go.id. untuk selanjutnya QRCode yang diperoleh setelah mengisi aplikasi ditunjukkan kepada petugas verifikasi.

Secara prinsip langkah yang diambil Gubernur Wayan Koster itu mendapat dukungan bebagai pihak yang mengikuti rakor virtual. Dukungan itu antara lain diutarakan Komandan Lanud Ngurah Rai Kol.Pnb Radar Soeharsono. Jajarannya siap mengawal dan mengamankan aturan ini. Hal senada juga disampaikan pihak PAP yang akan mempersiapkan segala fasilitas untuk mendukung pemberlakuan aturan ini.

Sekda Dewa Indra menyampaikan terima kasih kepada otoritas bandara atas inisiatifnya menggelar rakor terkait pemberlakuan wajib  hasil SWAB/PCR negatif bagi penumpang pesawat ke Bali. Mewakili Pemprov Bali, Dewa Indra menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara yang sangat cepat merespon surat dari Gubernur Bali. (ari)