Pelaku Usaha di Denpasar Kembali Diberikan Pemahaman Soal Protokol Kesehatan Berniaga

Sosialisasi Protokol Kesehatan Berniaga PKM Kota Denpasar. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar kembali melakukan sosialisasi mengenai protokol Kesehatan berniaga kepada pelaku usaha dalam kerangka Perwali Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Kami harus terus melakukan sosialisasi ini untuk mempercepat pemahaman bagi masyarakat khususnya pelaku usaha dalam rangka pemutusan mata rantai Covid-19,” ungkap Kadis Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari saat di hubungi Selasa (19/5/2020).

Supaya semua pelaku usaha mendapat informasi tentang PKM Protokol Kesehatan Berniaga, Sri Utari mengaku pihak Disperindag melakukan sosialisasi secara menyebar sesuai bidangnya masing-masing. Sehingga dalam satu hari sosialisasi ada yang ke mall, distributor, IKM/UKM dan toko bangunan. Karena keterbatasan waktu sosialisasi di pasar rakyat akan berlangsung hingga Rabu 20 Mei 2020. 

Sri Utari mengatakan, dalam  sosialisasi pihaknya memberikan imbuan agar para pelaku usaha mengatur jarak aman bagi konsumen agar tidak terjadi antrean dengan rentang jarak  minimal 1,5 meter. Pelaku usaha wajib menyiapkan hand sanitizer, disinfektan dan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun. Selain itu, juga harus membatasi jumlah kerumunan konsumen.

Sedangkan pedagang pasar rakyat wajib memakai masker, perlindungan wajah/face shield, sarung tangan karet/hand scoon dan  menjaga barang-barang yang diperjual belikan tetap higienis. Pelaku usaha atau karyawan, petugas wajib memakai masker dan sarung tangan, membatasi jam operasional tempat usaha sampai pukul 21.00 Wita.

“Mereka juga harus turut menjaga stabilitas ekonomi dan kemampuan daya beli konsumen barang dengan tidak menaikkan harga barang. Diupayakan menggunakan uang elektronik untuk transaksi pembayaran, wajib menyiapkan hand sanitizer di meja kasir dipergunakan oleh kasir dan konsumen setelah melakukan transaksi tunai, dan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan di areal tempat usaha,” ujarnya.

Tidak hanya sosialisasi protokol Kesehatan, Sri Utari mengaku selama pandemi Covid-19 ini pihaknya juga telah membantu mempromosikan produk-produk UKM. Contohnya mempromosikan memproduksi masker para UKM.

Dalam mempromosikan produk para pelaku usaha pihaknya memanfaatkan media online. Bahkan, ke depan pihaknya juga akan koordinasi dengan Badan Kreatif Kota Denpasar agar produk-produk seluruh pelaku usaha di Denpasar bisa mempromosikan produknya melalui website @makindekat https://makindekat.com.

Dengan adanya sosialisasi ini, Sri Utari berharap para pelaku usaha taat mengikuti peraturan yang telah ditentukan dalam Perwali PKM Protokol Kesehatan Berniaga. Selain itu ia juga berharap agar apa yang telah dilaksanakan agar tetap dilaksanakan secara berkelanjutan untuk kesehatan kita semua. (ari)