Mengidolakan Fano, kini Jauhari “Satu Bangku” dengan Sang Idola

Irfan Jauhari (FOTO: laman butd)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSSalah seorang pemain muda Bali United yang baru saja promosi dari skuat Serdadu Tridatu junior, Irfan Jauhari ternyata mengidolakan sosok pemain senior Bali United Stefano Lilipaly. Gerakan Fano—panggilan Stefano Lilipaly yang lincah, menjadikan Jauhari kesemsem dengan sosok Fano.

“Saya mengagumi dia (Fano) karena gerakannya eksplosif, sama seperti idola saya lainnya, Cristiano Ronaldo,” kata pemain asal Ngawi, Jawa Timur ini, yang pada tahun 2019 memperkuat tim Bali United U-18 meraih penghargaan sebagai pemain terbaik.

Kedua idolanya itu, membuat pemain kelahiran tahun 2001 silam ini berlatih sangat keras dan sempat dipanggil memperkuat Timnas Indonesia All Stars U-20. Di tim ini dia membobol gawang tim sekelas Arsenal U-18 dan Real Madrid U-18 dalam ajang Internasional Cup 2019 lalu.

Perjalanan kariernya pun menanjak yang diawali dengan bergabungnya dengan skuat Garuda Muda U-19, lalu mendapat kesempatan bersama Timnas Senior yang ditangani Shin Tae-Yong dan terakhir menjadi bagian sebagai potensi yang diandalkan tim senior Bali United.

Mengenai siapa orang paling berjasa dalam kariernya, Jauhari mengatakan bahwa orang yang berjasa dalam mengenalkan dunia lapangan hijau pada dirinya adalah sosok ayahnya sendiri. Bahkan sang ayah diakui Jauhari, adalah orang pertama dalam hidupnya yang memperkenalkan dunia kesebelasan tersebut.

“Sewaktu masih kecil ayah saya adalah orang pertama yang memperkenalkan dunia sepak bola kepada saya. Waktu itu saya dikenalkan pada seorang pemain bintang hingga saat ini yaitu Christiano Ronaldo. Dari sana saya ingin menjadi seperti Ronaldo pada waktu itu,” ujar Jauhari.

Ditanya mengenai perasaannya ketika mampu menembus skuat senior dari tim Pulau Dewata, Jauhari mengaku bangga sekaligus menjadi motivasi untuk terus belajar. Apalagi ada seorang Stefano Lilipaly yang menjadi salah satu idolanya bersama di tim senior Serdadu Tridatu.

“Rasanya sangat bangga bisa menjadi pemain senior di Bali United. Apalagi ada Lilipaly yang menjadi salah satu pemain bintang dari tim ini. Saya tentu akan semangat terus untuk belajar dan mengembangkan karier saya agar semakin meningkat ke depannya,” tambah Jauhari.

Jauhari sendiri tampil cukup apik saat bersama skuat junior Bali United. Begitu juga saat mendapat kesempatan membawa Garuda di dada pada ajang internasional. Kesempatan ia bergabung dengan tim senior Serdadu Tridatu tentu tanpa alasan. Ia bisa menjadi potensi muda yang berbahaya sebagai salah satu andalan yang dimiliki Bali United. (git)