Polisi Amankan Empat Pelaku Pembuat Surat Keterangan Kesehatan Palsu Covid-19

Empat pelaku pembuat surat keterangan kesehatan palsu yang diamankan polisi. (FOTO: ist)

Jembrana, PERSPECTIVESNEWS Tim opsnal Sat Reskrim Polres Jembrana dan Unit Reskrim Kawasan Pelabuhan Gilimanuk mengamankan empat pelaku pembuat surat keterangan kesehatan palsu, yang memanfaatkan SE Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Keempat pelaku yang diamankan pada hari Kamis 14 Mei 2020 tersebut, masing-masing, Widodo (38), Ivan Aditya (35), Roni Firmansyah (25), dan Putu Endra Ariawan (31). Keempat tersangka merupakan warga Gilimanuk, Jembrana yang berprofesi sebagai tukang ojek.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi SH, menjelaskan, modus yang dilakukan para pelaku adalah membuat surat keterangan Kesehatan palsu dan menjualnya kepada mereka yang ingin menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk. Selain mengamankan empat pelaku, polisi juga memintai keterangan dua orang saksi masing-masing Musliman dan Abdurahman, yang menggunakan jasa pelaku.

Kombes Pol Syamsi kemudian memerinci satu persatu tugas dan peran keempat pelaku. Widodo, sebut Kombes Syamsi, berperan membuat blanko surat kesehatan atau memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya.

Sedangkan Ivan Aditya bersama pelaku lainnya bernama Roni Firmansyah berperan membeli blanko surat kesehatan atau memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya.

Sementara Putu Endra Ariawan juga bersama Widodo berperan membuat blanko surat kesehatan atau memperbanyak blanko surat keterangan kesehatan palsu dan menjualnya.

Kombes Syamsi mengatakan, kronologis penangkapan keempat pelaku bermula adanya viral di medsos tentang adanya surat kesehatan yang diduga palsu untuk para pengguna Pelabuhan Gilimanuk yang akan menyeberang di pelabuhan tersebut dengan kisaran harga antara Rp 100.000 sampai dengan Rp 300.000.

“Atas  dasar itu kemudian Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Jembrana dan Unit Reskrim Kawasan Pelabuhan Gilimanuk melakukan penyelidikan terhadap informasi tersebut dimana kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa tanggal 12 Mei 2020 sekitar pukul 20.00 Wita, dimana saksi M. Muslimah dan Abdurahman hendak menyeberang di Pelabuhan Gilimanuk,” ucap Kombes Syamsi.

Dari hasil lidik dan keterangan kedua saksi tersebut kemudian pada Kamis (14/5/2020) pukul 14.00 Wita polisi mengamankan para pelaku di rumahnya masing-masing, di seputaran Gilimanuk.

Hasil introgasi terhadap pelaku Ivan dan Roni, lanjut Kombes Syamsi, keduanya mengakui telah menjual 5 lembar surat seharga Rp 100.000 per lembar, dan surat tersebut didapat dengan cara membeli dari pelaku Widodo seharga Rp 25.000 per lembar.

Sementara pelaku Widodo mengakui mendapatkan blanko surat kesehatan dengan cara dapat memungut di depan Minimarket SWT Gilimanuk dan memperbanyak dengan cara memfotokopi bersama Putu Endra, kemudian berhasil menjual 10 lembar dengan harga Rp 50.000 per lembar ke para pengguna Pelabuhan Gilimanuk. Selain itu, keduanya juga menjual kepada Ivan sebanyak 3 lembar seharga 25 ribu per lembar.

“Selain mengamankan keempat pelaku, polisi juga menyita dua lembar surat keterangan sehat dan satu printer L 210 sebagai barang bukti. Mereka disangkakan Pasal 263 atau Pasal 268 KUHP tentang membuat surat palsu atau membuat surat keterangan dokter yang palsu dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” demikian Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi. (ari/utu)