BI Tingkatkan Kompetensi Penyelenggaraan KUPVA di Tengah Pandemi Covid-19

0
30
Trisno Nugroho

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSBank Indonesia Perwakilan Bali menggelar sosialisasi kepada penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing (KUPVA) atau money changer secara virtual dengan memanfaatkan fasilitas zoom meeting tentang pentingnya kompetensi KUPVA. Sosialisasi berlangsung selama dua hari, Senin dan Selasa (11-12/5/2020) dan diikuti 200 orang yang merupakan pengurus dan pegawai dari penyelenggara KUPVA di Bali.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho mengatakan, dalam rangka standardisasi layanan dalam operasional penyelenggaran Jasa Sistem Pembayaran (JSP) termasuk di dalamnya KUPVA, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No.21/16/PBI/2019 tanggal 30 Desember 2019 tentang Standardisasi Kompetensi di Bidang SPPUR dan PADG No.22/3/PADG/2020 tanggal 30 Maret 2020 tentang Pelaksanaan Standardisasi Kompetensi di Bidang SPPUR.

“Mengingat pentingnya sertifikasi bagi Penyelenggara Kegiatan Usaha Penukaran Valuta Asing Bukan Bank (KUPVA) atau biasa dikenal money changer, Bank Indonesia Provinsi Bali menyelenggarakan Sosialisasi Sertifikasi Penyelenggara KUPVA Bukan Bank dan Kartu Prakerja,” katanya.

Trisno Nugroho juga menyampaikan pesan agar KUPVA terus berinovasi dan menerapkan strategi bertahan di tengah pandemi Covid-19. Disampaikan pula bahwa pandemi Covid-19 pasti akan berakhir dan akan membawa pola baru dalam keadaan yang normal. “Materi dalam kegiatan ini sangat relevan dalam menyiapkan KUPVA yang tahan banting di segala kondisi serta mampu melaju kencang saat kondisi kembali normal,” imbuhnya.

Sosialiasi menampilkan beberapa narasumber, antara lain Ketua Harian 1 APVA Indonesia, Andiko Saty Poerwoko. Dalam pemaparannya, Andiko menyampaikan bahwa nantinya seluruh KUPVA wajib mengikuti sertifikasi keahlian. Berdasarkan Kerangka Kualifkasi Nasional Indonesia (KKNI), terdapat 9 jenjang kualifikasi sertifikasi yang terbagi dalam 3 (tiga) level mulai dari jabatan operator, jabatan teknisi atau analis hingga jabatan ahli. Dengan sertifikasi ini, penyelenggara KUPVA diharapkan semakin memiliki nilai jual karena memiliki keahlian yang terstandardisasi.

Mengingat pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada KUPVA dimana pada April 2020 sebanyak 72,8 persen atau 452 jaringan kantor KUPVA melakukan tutup sementara dan 722 karyawan telah dirumahkan, maka dalam kesempatan sosialiasi ini diundang pula Disnaker dan ESDM Provinsi Bali, yang diwakili  Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnaker ESDM Provinsi Bali, Ngurah Sutapa.

Dalam pemaparannya, Ngurah Sutapa menyampaikan kartu prakerja merupakan program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan pencari kerja. Selain peningkatan kompetensi, melalui pelatihan online, peserta kartu prakerja juga akan memperoleh insentif dan tambahan biaya survei. Bagi masyarakat yang memerlukan pendampingan pendaftaran kartu prakerja, dapat menghubungi Disnaker terdekat.

Narasumber lainnya dari PT BNI Kanwil Denpasar yang diwakili oleh Made Suyanta Yoga, menjelaskan tata cara pendaftaran dan teknis pembukaan rekening bagi peserta kartu prakerja. Disampaikan pula bahwa BNI memberikan pendampingan apabila peserta mengalami kesulitan dalam proses pendaftaran hingga pembukaan rekening penampungan. (ari)