Satpol PP Kota Denpasar Kembali Tertibkan 8 Orang Gelandangan dan Pengamen

Gelandangan dan pengamen yang diciduk Satpol PP Kota Denpasar. (FOTO: ist)

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Satpol PP Kota Denpasar kembali menertibkan 8 orang gelandangan dan pengamen yang beroperasi di perempatan Jalan Bulu Indah-Cargo Denpasar. Selain melanggar Peraturan Daerah, pengamen dan gelandangan ini juga sangat dikeluhkan masyarakat karena menganggu lalu lintas. Hal ini disampaikan langsung Kasatpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga saat dihubungi Selasa (12/5/2020).

Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, dalam masa pandemi Covid-19 Satpol PP telah banyak menertibkan pengamen dan  gelandangan yang beroperasi di perempatan jalan di Kota Denpasar. Apa yang dilakukan tersebut telah melanggar Perda No 1 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Maka dari itu pihaknya harus mengambil tindakan dengan menertibkan mereka semua.

Dari hasil penertiban kali ini Sayoga mengaku telah mengamankan 4 orang gelandangan dan 4 orang pengamen. Hari-hari sebelumnya juga sudah mengamankan 8 orang gelandangan dan pengamen.

“Delapan orang tersebut telah dipulangkan ke daerah asalnya oleh Satpol PP Kota Denpasar bersama dengan Dinas Sosial Provinsi Bali, karena mereka semua berasal dari luar Bali,” ungkap Sayoga.

Sedangkan untuk gelandangan dan pengamen yang ditertibkan tersebut, mereka sebelumnya telah diamankan di Kantor Satpol PP Kota Denpasar untuk diberikan pembinaan sebelum dipulangkan ke daerah asalnya.

Tidak hanya itu, Sayoga mengaku masa pandemi Covid-19 ini banyak orang berjualan bermobil yang melanggar Peraturan Daerah. Pihaknya juga melakukan pengamanan dan penertiban terhadap para PKL yang melanggar Perda tersebut.

Menurutnya, Satpol PP Kota Denpasar bukan melarang orang mencari makan atau rejeki, namun jangan sampai berdalih dari wabah ini. Baru ada wabah Covid-19 mereka bebas melakukan hal semaunya atau berjualan di atas trotoar atau di pinggir jalan.

“Kami tidak melarang asalkan tempatnya sesuai dengan aturan, bukan melanggar aturan. Mengingat pandemi Covid-19 penularannya sudah banyak terjadi di transmisi lokal. Maka dari itu penertiban ini juga bertujuan menekan penyebaran mata rantai Covid-19,” ujarnya. (ari)