KONI Seluruh Indonesia Sepakat Batasan Usia Tak Berubah pada PON XX Tahun 2021

IGN Oka Darmawan

Denpasar, PERSPECTIVESNEWSBeberapa cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya sempat was-was jika gelaran PON XX ditunda dari tahun 2020 menjadi 2021 berdampak pada perubahan regulasi batas usia atlet yang berlaga, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, untuk sementara kesepakatan sudah dilakukan antara KONI seluruh provinsi di Indonesia dan KONI Pusat.

Kesepakatan tersebut dilakukan pada rapat antara KONI Pusat dengan KONI provinsi seluruh Indonesia termasuk KONI Provinsi Bali melalui sistem virtual atau menggunakan IT, Selasa (12/5/2020).

Pada rapat virtual tersebut, KONI Bali dipimpin langsung Ketua Umum Ketut Suwandi didampingi Sekretaris Umum (Sekum) IGN. Oka Darmawan, Wakil Ketua II Maryoto Subekti, Binpres Nyoman Yamadhiputra dan Wakil Sekum Ida Ayu Ratih Herawati itu.

Usai rapat, Oka Darmawan kepada wartawan mengatakan jika memang untuk sementara regulasi batas usia atlet masih tetap dan tidak berubah.

“Ya, artinya untuk regulasi batas usia atlet yang berlaga nantinya akan tetap seperti regulasi saat Pra-PON tahun lalu dan regulasi aturan saat PON XX di Papua sebelum ditunda. Tidak ada perubahan apapun. Itu merupakan kesepakatan kami dengan KONI provinsi di seluruh Indonesia dengan KONI Pusat. Meski kesepakatan itu sementara namun kami semkain optimis jika regulasi batas usia tidak ada perubahan alias tetap,” kata Oka Darmawan mendampingi Ketut Suwandi usai rapat virtual di KONI Bali,kemarin.

Disebutkannya, dengan kesepakatan itu kini tinggal ditindak lanjuti saja oleh Pengurus Besar (PB) maupun Pengurus Pusat (PP) cabor masing-masing sehingga ada dasar hukum kuat nantinya. Bahkan tak hanya regulasi saja, melainkan juga nomor yang dipertandingkan nantinya.

“Hal lainnya jelas jika Pra-PON juga tidak akan ada lagi karena PON tersebut merupakan penundaan gelarannya saja sehingga Pra-PON tetap yang digunakan yakni saat gelaran 2019 silam,” imbuh Oka Darmawan.

Lantas bagaimana dengan usulan untuk 10 cabor yang sudah dicoret untuk tidak dipertandingkan lagi? Oka Darmawan mengaku jika hal itu sudah diajukan oleh KONI Bali termasuk gelarannya di Papua, namun KONI Pusat masih harus mengkaji kembali untuk bisa diputuskan apakah bisa dipertandingkan atau tetap tidak dipertandingkan,” pungkas Oka Darmawan. (yus)