Empat Hari Beruntun Denpasar Nihil Kasus Covid-19, Satu Pasien Sembuh

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

Denpasar, PERSPECTIVESNEWS Langkah dan kebijakan yang diterapkan Pemkot Denpasar nampaknya mulai membuahkan hasil. Terbukti, perkembangan kasus Covid-19 di Ibukota Provinsi Bali ini menunjukkan trend membaik dimana empat hari berturut-turut tidak ada penambahan kasus baru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Kabar baik ini juga diiringi dengan sembuhnya seorang pasien Covid-19, yang berdomisili di Kelurahan Penatih. Demikian dikatakan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai, Senin (11/5/2020).

Dijelaskan Dewa Rai, secara akumulatif sampai saat ini kasus yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 57 orang, rincianya adalah 47 orang sudah sembuh, 2 orang meninggal dunia, dan 8 orang masih dalam perawatan.

Sementara dari hasil pelacakan tim surveilence sampai saat  ini di Kota Denpasar juga tidak ada penambahan status OTG dan ODP sementara yang berstatus baru PDP bertambah 12 orang,  sehingga secara akumulatif sampai saat ini terdapat status Orang Tanpa Gejala  339 kasus, Orang Dalam Pemantauan 264 kasus dan Pasien Dalam Pengawasan 38  kasus.

“Meski dalam 4 hari terakhir di Kota Denpasar tidak ada penambahan kasus positif baru, demikian juga tingkat kesembuhan pasien semakin meningkat, jangan justru hal ini membuat lengah, tetapi harus tetap waspada dan disiplin mengikuti anjuran pemerintah, kurangi aktivitas di luar rumah, wajib pakai masker dan selalu menjaga kesehatan fisik agar imun tubuh tetap terjaga,” kata Dewa Rai.

Walaupun kasus ini mulai melandai, Pemkot Denpasar, menurut Dewa Rai tetap meningkatkan kewaspadaan dan akan segera menerapkan Peraturan Walikota Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

“Kami harus tetap tingkatkan kewaspadaan karena mobilitas dan aktivitas masyarakat masih tinggi. Lebih baik kita ketatkan dulu  sementara, sehingga benar-benar bebas kasus Covid, karena kami tidak ingin ada muncul serangan gelombang kedua, yang justru akan membuat keadaan semakin sulit,” tuntas Dewa Rai.  (ari)